Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Dan Putin Teleponan 1,5 Jam, Rencana Ketemuan Di Arab Saudi
Kamis, 13 Februari 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, terkait rencana mengakhiri perang di Ukraina, Rabu (12/2/2025).
Hal ini diungkap langsung oleh Trump, dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya. “Saya baru saja melakukan panggilan telepon yang berdurasi panjang dan sangat produktif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” ungkap Trump, Rabu (12/2/2025).
Dalam pembicaraan tersebut, Trump mengaku membahas banyak hal. Antara lain soal Ukraina, Timur Tengah, energi, kecerdasan buatan, dan kekuatan dolar.
Trump bilang, dia dan Putin merenungkan sejarah besar kedua bangsa. Serta fakta bahwa AS dan Rusia berjuang bersama dengan sangat sukses di Perang Dunia.
Baca juga : Mo Salah Makin Dekat Pindah Ke Arab Saudi
“Kami ingat, Rusia kehilangan puluhan juta orang. Begitu juga kami, kehilangan begitu banyak," ucap Presiden ke-47 AS itu.
Dalam pembicaraan telepon berdurasi 1,5 jam, Trump juga mengatakan, AS dan Rusia bertukar cerita mengenai kekuatan negara masing-masing. Serta manfaat besar yang akan dimiliki, jika kedua negara mengkonkretkan kerja sama.
"Tapi pertama-tama, seperti yang kami berdua sepakati, kami ingin menghentikan jutaan kematian dalam perang Rusia-Ukraina,” tutur Trump.
"Dalam pembicaraan telepon itu, Putin menggunakan motto kampanye saya yang sangat kuat: Common Sense. Kami sepakat bekerja sama dengan sangat erat, termasuk mengunjungi negara masing-masing," sambungnya.
Baca juga : Meski Diancam Trump, Raja Yordania Tegas Tolak Rencana Relokasi Warga Gaza
Trump yang langsung menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menindaklanjuti pembicaraan dengan Putin, telah meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz, dan Duta Besar dan Utusan Khusus Steve Witkoff, untuk memimpin negosiasi yang diyakini akan berhasil.
"Jutaan orang telah meninggal dalam perang yang tidak akan terjadi, jika saya menjadi Presiden. Tetapi faktanya, itu terjadi. Dan itu harus berakhir. Tidak ada lagi nyawa yang harus hilang," papar Trump.
Politisi Partai Republik ini juga mengucapkan terima kasih kepada Putin atas kesediaan waktunya untuk berkomunikasi lewat telepon. Juga atas pembebasan tahanan guru asal AS bernama Marc Fogel, yang telah menjalani hukuman penjara sejak Agustus 2021 atas tuduhan penyelundupan narkoba.
Seperti diberitakan BBC, Trump memang belum menetapkan tanggal pertemuan dengan Putin. Namun, kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan akan bertemu Putin di Arab Saudi.
Baca juga : Trump Ngaku Sudah Teleponan Dengan Putin, Kremlin Bilang Begini
Beredar pula kabar, pihak Trump sedang mempersiapkan pertemuan di Munich, Jerman, Jumat (14/2/2025). Berbarengan dengan penyelenggaraan konferensi keamanan tahunan.
Sementara CNN International mengabarkan, Witkoff telah menemui Putin di Moskow pada Selasa (11/2/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya