Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tunda Pembebasan Tahanan Palestina
Hamas Tuding PM Israel Sabotase Kesepakatan
Senin, 24 Februari 2025 04:39 WIB
Sebelumnya
Di Gaza dan Tepi Barat, para keluarga Palestina menunggu berjam-jam hari Sabtu agar orang-orang yang mereka cintai dibebaskan dari penjara-penjara Israel.
Kelompok advokasi Masyarakat Tahanan Palestina mengatakan, Israel akan membebaskan 620 narapidana. Jumlah itu termasuk 445 warga Palestina yang ditangkap pasukan Israel dari Gaza.
“Kami sudah menunggu selama berjam-jam, tetapi setelah berjam-jam, tidak ada apaapa. Apa lagi yang bisa kami lakukan?” kata Khaled Khalil al-Jabarin, paman dari seorang tahanan, kepada Al Jazeera.
Baca juga : Presiden Korsel Dijerat Kasus Lain
Shireen al-Hamamreh, saudara perempuan dari tahanan Palestina, mengatakan bahwa itu penantian yang sangat sulit.
“Kami menunggu mereka, memeluk mereka dan melihat mereka, tetapi Netanyahu selalu menunda,” kata Fatiha Abu Abdullah, seorang ibu di kota Khan Younis, Gaza selatan.
Anggota senior Biro Politik Hamas Basem Naim mengatakan, penundaan pembebasan terbesar ini merupakan permainan kotor Israel untuk menyabotase kesepakatan gencatan senjata.
Baca juga : PGN Permudah Pembayaran Tagihan Gas, Bisa Lewat Minimarket hingga Dompet Digital
Berdasarkan fase pertama gencatan senjata, Israel telah membebaskan lebih dari 1.100 tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel dalam serangkaian pertukaran yang dimediasi Palang Merah.
Sebelumnya, Kamis (20/2/2025), Israel menerima empat jenazah dari Hamas sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera. Institut Forensik Israel mengkonfirmasi identitas tiga jenazah sebagai Oded Lifshitz, Kfir Bibas dan Ariel Bibas, seperti yang sudah disepakati.
Namun, jenazah keempat bukanlah jenazah Shiri Bibas. Hamas pada Jumat (21/2/2025) akhirnya mengirim jenazah yang tepat, yang telah dikonfirmasi badan forensik Israel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya