Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Partai CDU/CSU Menang Pemilu
Friedrich Merz, Calon Kuat Kanselir Jerman
Selasa, 25 Februari 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Kemenangan ini menempatkan Merz menjadi kandidat kuat Kanselir Jerman yang baru, menggantikan Kanselir Scholz. Meski partainya menang telak, Merz belum resmi menjadi Kanselir Jerman. Karena belum jelas, bagaimana Merz akan membentuk koalisi pemerintahan.
Pasalnya, CDU/CSU meraih suara terbanyak tapi tidak mencapai mayoritas mutlak di parlemen. Merz perlu membentuk koalisi dengan partai-partai lain untuk membentuk pemerintahan yang stabil.
Baca juga : Gerindra Merasa Terhormat Jika Jokowi Mau Bergabung
“Kami telah memenangkan pemilihan federal ini. Kami telah melakukannya dengan sangat jelas dan tegas. Saya akan berusaha membentuk Pemerintah Federal yang mewakili seluruh penduduk Jerman dan memecahkan masalah negara kami,” ujarnya di X.
Proses negosiasi koalisi diperkirakan memakan waktu dan cukup rumit, karena fragmentasi suara dan perlu adanya kesepakatan antara berbagai partai di Bundestag (parlemen Jerman) yang berkedudukan di Gedung Reichstag, Berlin.
Baca juga : Soal Klaim PDIP Menang di 14 Provinsi, PSI: Beberapa Calon Bukan Kadernya
Setelah koalisi terbentuk, barulah Merz dapat dilantik resmi menjadi Kanselir Jerman. “Kita perlu pembentukan pemerintahan yang cepat dan bijaksana. Kita harus mampu bertindak secara internasional. Saya pribadi tetap berharap akan membentuk pemerintahan sebelum Paskah. Eropa sedang menunggu Jerman,” tuturnya.
Merz tidak pernah memegang jabatan menteri. Tetapi dia pernah berjanji, jika menjadi Kanselir Jerman akan menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin Eropa di kancah global. Merz juga berjanji meningkatkan dukungan untuk Ukraina.
Baca juga : Trump Menang Pilpres AS, Rupiah Menguat Ke Rp 15.802
“Kesan saya selama beberapa hari terakhir, Rusia dan Amerika akan bertemu - tanpa #Ukraina dan tanpa Eropa. Itulah sebabnya semua orang sekarang memperhatikan Jerman. Seberapa cepat Jerman akan dapat membentuk pemerintahan setelah hasil Pemilu yang rumit ini? Itulah yang benar-benar menjadi prioritas saya sekarang,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya