Dark/Light Mode

Penuhi Undangan Presiden Bulgaria, Dubes Iwan Mantapkan Kerja Sama Berbasis Teknologi

Selasa, 25 Februari 2025 08:26 WIB
Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta saat mengunjungi beberapa industri strategis berbasis inovasi tekhnologi di Bulgaria, Senin (24/2/2025). (Foto: Kedubes Sofia)
Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta saat mengunjungi beberapa industri strategis berbasis inovasi tekhnologi di Bulgaria, Senin (24/2/2025). (Foto: Kedubes Sofia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta atas undangan Presiden Bulgaria telah mengunjungi beberapa industri strategis berbasis inovasi tekhnologi di Bulgaria, Senin (24/2/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Iwan di dampingi langsung Staf Ahli Presiden Bidang Industri dan Inovasi, Mr. Alexandre Poulev mengunjungi tiga perusahaan Bulgaria berbasis teknologi, yaitu Endurostat, Dronamic dan Autoware Lab.

Dalam kunjungan ke perusahaan Endurostat, Dubes Iwan bertemu langsung dengan CEO sekaligus founder, Raycho Raychev. 

Raychev menciptakan program "Space Challenges", sebuah platform pendidikan gratis yang didedikasikan untuk sains dan penelitian antariksa. 

Pada tahun 2010, Raychev menjadi orang Bulgaria pertama yang berpartisipasi dalam program Singularity University di NASA. 

Raychev juga merupakan perwakilan nasional pertama untuk Bulgaria di Dewan Penasihat Generasi Antariksa Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 2023, ia dinobatkan sebagai "Man of the Year" di Bulgaria. 

EnduroSat adalah perusahaan aerospace Bulgaria yang didirikan pada tahun 2015 yang merancang, membangun dan mengoperasikan "CubeSat dan nanosatelit" untuk misi komersial dan ilmiah. 

EnduroSat memiliki tujuan membuat data antariksa dapat diakses oleh semua orang dengan mengubah industri satelit yang kompleks menjadi layanan data antariksa. 

Perusahaan ini telah mengirimkan lebih dari 2500 modul ke orbit dan melayani lebih dari 350 klien di dunia. 

Baca juga : Semoga Program 3 Juta Rumah Tidak Terkendala

Dalam pertemuan dengan Dubes Iwan, Raychev sangat antusias untuk bisa bekerja sama dengan Indonesia. Ia melihat Indonesia merupakan negara besar dengan wilayah kepulauan yang dominan yang dapat memanfaatkan teknologi mereka untuk membangun konektifitas.

Pada tahap awal, Raychev menawarkan Pemerintah Indonesia bekerja sama melakukan riset dan development (R & D) dengan para akademisi dan universitas untuk mengembangkan industri Antariksa. Untuk kemudian dilanjutkan dengan edukasi sesuai kebutuhan. 

"Kami menawarkan kerja sama melalui riset dan pengembangan (R & D) melibatkan para akademisi dan universitas di Indonesia. Edukasi sangatlah penting untuk melangkah ke tahap selanjutnya,' ujar Raychev. 

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iwan menyambut baik atas terjalinnya kerja sama dengan pihak terkait di Indonesia dengan teknologi antriksa yang dimiliki Bulgaria melalui EnduroSat. 

Menurutnya, peluang kerja sama di bidang teknologi ini sangat bisa dikembangkan oleh kedua negara. 

Lebih lanjut Iwan mengatakan,  bahwa pemerintah baru Indonesia saat ini, sangat inovatif dan beryakinan kerja sama dengan Indonesia dapat ditindaklanjuti. 

Iwan berharap agar kerja sama riset dan pengembangan, serta edukasi untuk pengembangan tekhnologi antariksa yang ditawarkan EnduroSat dapat ditawarkan kepada pihak terkait di Indonesia, kepada seluruh universitas di Indonesia dan kepada Akademi Militer (Akmil) Indonesia. 

"Industri berbasis teknologi di Bulgaria cukup inovatif. Apabila kerja sama di bidang ini dapat terjalin, manfaatnya sangat penting untuk mengawasi dan menjaga kedaulatan Nusantara" ujar Dubes Iwan. 

Dalam kunjungan berikutnya, Dubes Iwan berkesempatan mendatangi perusahaan Dronamic yang memproduksi drone cargo. 

Baca juga : Jadi Ketua Dewan Pengawas Danantara, Erick Ucapkan Terima Kasih Ke Prabowo

Dronamics adalah pengembang dan operator terkemuka pesawat nirawak kargo jarak jauh dan maskapai penerbangan pesawat nirawak kargo berlisensi pertama di dunia.

Pesawat nirawak andalan mereka, "Black Swan," dapat mengangkut hingga 350 kg kargo dalam jarak hingga 2500 km.

Dronamic menawarkan alternatif transportasi yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih rendah emisi dari pada metode konvensional. 

Menurut Dubes Iwan, drone cargo sangat memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. 

Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, drone cargo akan sangat membantu proses distribusi barang ke suatu wilayah dalam waktu cepat, murah dan efisien yang dapat menjangkau wilayah pelosok Indonesia. 

Menurut Hristo Hristov, Vice President Grouwth Dronamics, ia telah melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan di Indonesia, termasuk Garuda Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia.

Ia mengharapkan nantinya ke depan dapat dikembangkan kerja sama dengan Indonesia. 

Dubes Iwan selanjutnya melakukan kunjungan ke perusahaan teknologi Autoware Lab, Sifly dan Daisy. Perusahaan Daisy mengkhususkan diri memproduksi hardware seperti hoverboard, boat untuk penghubung antar pulau dan lainnya lengkap dengan untuk perangkat software pendukungnya.

Di samping itu, perusahaan ini juga membuat chargin station untuk kendaraan listrik, bahkan siap berinvestasi untuk pengembangan charging station. 

Baca juga : Presiden Prabowo: Danantara Bukan Sekadar Badan Pengelola Dana Investasi

Pengembangan teknologi mereka juga diterapkan oleh perusahaan Sifly, diantaranya untuk memproduksi Electric Foils (peralatan surfing). 

Sementara perusahaan Autoware Lab, perusahaan tersebut melakukan pengembangan software untuk diterapkan pada kendaraan dan berfokus pada perangkat lunak dan perangkat keras canggih untuk mobil self-driving, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keandalan dalam transportasi otonom. 

Mengembangkan software untuk pengoperasian kendaraan melalui aplikasi menggunakan telepon genggam. 

Teknologi mereka pun digunakan oleh perusahaan Elon Musk untuk diterapkan pada kendaraan Tesla. 

Pekerjaan mereka meliputi pengintegrasian sistem navigasi bertenaga AI, teknologi sensor seperti LiDAR dan radar, dan pemrosesan data waktu nyata untuk memastikan pengambilan keputusan yang akurat di jalan. 

Autoware Lab juga berkolaborasi dengan mitra industri untuk mempercepat adopsi kendaraan otonom di lingkungan perkotaan. 

Di akhir kunjungan, Dubes Iwan menyampaikan terima kasih kepada Staf Ahli Presiden Bidang Industri dan Inovasi, Mr. Alexandre Poulev dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Bulgaria atas inisiatifnya memperkenalkan perusahaan Bulgaria yang berbasis teknologi.

"Diharapkan dari hasil kunjungan ini dapat terbuka peluang kerja sama oleh stakeholder terkait dari kedua negara," pungkas Dubes Iwan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.