Dark/Light Mode

Dubes Jepang Masaki Yasushi Gaet UNICEF Untuk Program MBG Di Biak Numfor

Rabu, 26 Februari 2025 04:45 WIB
Dubes Masaki Yasushi (kanan) dan Maniza Zaman di acara Penandatangan Bantuan Hibah Jepang Kerja Sama dengan UNICEF untuk Meningkatkan Pembelajaran, Gizi dan Kualitas Hidup Anak-Anak di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, di Kantor Kedubes Jepang, Jakarta, Senin (24/2/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dubes Masaki Yasushi (kanan) dan Maniza Zaman di acara Penandatangan Bantuan Hibah Jepang Kerja Sama dengan UNICEF untuk Meningkatkan Pembelajaran, Gizi dan Kualitas Hidup Anak-Anak di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, di Kantor Kedubes Jepang, Jakarta, Senin (24/2/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Maniza Zaman mengatakan, setiap anak memiliki hak untuk berkembang. Anak berhak mendapat akses terhadap layanan berkualitas. Sebab itu, makanan bergizi dan lingkungan belajar yang baik menjadi aspek penting. Pasalnya, dua hal itu faktor pendukung agar anak tumbuh sehat dan sukses di masa depan.

“Bermitra dengan Jepang adalah kebanggaan bagi UNICEF untuk mendukung Pemerintah Indonesia meningkatkan pelayanan pendidikan dan gizi bagi anak-anak di Papua,” katanya.

Maniza Zaman juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang berkomitmen atas kesejahteraan anak-anak. Dia memandang positif program pemenuhan gizi anak-anak sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Baca juga : Dubes Jepang Masaki Yasushi Perayaan Ultah Kaisar Jepang Meriah & Dihadiri Banyak Menteri

Nurjaeni menyambut baik bantuan hibah dari Jepang dan kerja sama dengan UNICEF tersebut. Program MBG difokuskan untuk golongan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Daerah di Papua menjadi salah satu prioritas Pemerintah Indonesia.

Kendati begitu, dia mengakui, memang ada penolakan MBG di Papua yang berpangkal dari tuntutan untuk penyediaan pendidikan gratis. Dari 20 dapur sentral program MBG yang ada di Papua, lima dapur terpaksa menangguhkan kegiatannya karena penolakan program tersebut.

Meski demikian, Nurjaeni memastikan dapur sentral yang masih aktif tetap menunjang pelaksanaan MBG di lokasi tempat program tersebut berjalan seperti biasa. Menurut Nurjaeni, dengan bantuan hibah tersebut, pihaknya akan mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya MBG.

Baca juga : Program MBG Digodok Gerindra 18 Tahun Silam

BGN akan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk mensosialisasikan program ini. Tak lupa, pendidikan gratis di Papua juga akan menjadi fokus Pemerintah.

“Seperti yang sudah disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan, program ini untuk kewajiban. Ini untuk mereka yang membutuhkan. Jadi bagi yang menolak, tidak ada paksaan,” terang Nurjaeni.

Selain itu, Jepang juga telah melaksanakan proyek pengembangan pelabuhan perikanan, fasilitas pembekuan, dan pasar ikan di enam pulau terpencil melalui bantuan hibah Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek ini berkontribusi pada kenaikan hasil tangkapan ikan di pelabuhan perikanan Biak yang telah selesai dibangun pada Oktober 2021.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.