Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Jepang Masaki Yasushi Gaet UNICEF Untuk Program MBG Di Biak Numfor
Rabu, 26 Februari 2025 04:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jepang berkomitmen untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia dengan bantuan hibah senilai 3,34 juta dolar AS (setara Rp 54 miliar). Bantuan itu akan disalurkan ke Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama antara Jepang dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).
Penandatanganan bantuan hibah dilakukan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi dan perwakilan UNICEF di Indonesia Maniza Zaman di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Senin (24/2/2025). UNICEF dikenal sebagai lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertugas membantu anak-anak dan perempuan.
Acara ini juga dihadiri Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Nurjaeni. Dubes Masaki mengatakan, kerja sama dengan UNICEF ini akan berlangsung selama dua tahun, dimulai pada April 2025. Program ini merupakan program distribusi makanan gratis dan pendidikan sebagai tanggapan atas permintaan dari BGN.
“Pada pertemuan puncak Jepang-Indonesia Januari lalu, sebagai upaya Presiden Prabowo untuk menyebarluaskan program makanan sekolah bergizi bagi anak-anak di Indonesia, Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyampaikan keinginannya untuk berkontribusi pada upaya tersebut dengan memanfaatkan pengalaman Jepang,” jelas Dubes Masaki.
Baca juga : Program MBG Digodok Gerindra 18 Tahun Silam
Penyediaan makanan bergizi ini akan dimulai sekitar Juli 2025. Dapur pusat akan dibangun Pemerintah Indonesia di Biak, Provinsi Papua. Para juru masak dan ahli gizi akan dikerahkan oleh Pemerintah Indonesia di wilayah itu. Program ini akan menyasar 2.500 anak di Papua.
Biaya proyek ini meliputi biaya bahan makanan, tenaga ahli gizi dari UNICEF dan pelatihan untuk kepala sekolah dan guru setempat. Para ahli akan memberikan pendidikan gizi dan isu-isu terkait lainnya.
Baca juga : Berduka Kapal Angkut WNI Karam Di Ibaraki
“Pelaksanaan proyek ini diharapkan dapat meningkatkan gizi dan kualitas hidup anak-anak, sehingga dapat memperbaiki stunting dan kekurangan gizi di kalangan anak-anak Indonesia,” harap Dubes Masaki.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya