Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Didampingi Istri, Menteri Ara Tinjau Aset KAI Untuk Program 3 Juta Rumah
Rabu, 27 November 2024 23:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Usai nyoblos Pilkada di TPS , Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ditemani istri, Shinta Triastuti dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau sejumlah lahan aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Peninjauan asset dilakukan mulai dari Stasiun Pondok Cina Depok hingga Stasiun Manggarai, Rabu (27/11).
Bang Ara, sapaan akrabnya ini mengatakan, tinjauannya kali ini adalah untuk melihat langsung kondisi sejumlah lahan milik PT KAI yang berpotensi menjadi kawasan perumahan dan permukiman guna mendukung Program Tiga Juta Rumah.
"Kita akan memetakan peluang, masalah, dan kesiapan. Karena banyak tanah negara yang idle, tidak dimaksimalkan dan tidak ditata selama ini," kata Bang Ara.
Baca juga : Teken SKB 3 Menteri, Kementerian PKP Siap Wujudkan Target 3 Juta Rumah
Beberapa lokasi hunian yang ditinjau yaitu Samesta Mahata Margonda dan Samesta Mahata Tanjung Barat. Hunian yang dikelola Perum Perumnas tersebut merupakan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD), yakni hunian yang menempel dengan transportasi umum seperti kereta.
"Di sini kita mengecek dari Perumnas, dikatakan ini adalah satu proyek yang cukup berhasil. Di sini ada yang buat masyarakat di (kelompok ekonomi) bawah, sedang, sama di atas," katanya.
Dari tinjauan tersebut, Menteri dari Partai Gerindra ini mengatakan, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki untuk layanan bagi para penghuni, salah satunya terkait kehandalan lift.
Kedua, menurutnya, area komersial ini masih banyak yang kosong, apalagi ini musim hujan.
Baca juga : Kurangi Impor, Pemerintah Genjot Program Manis Swasembada Gula
“Supaya nanti orang yang tinggal di sini, kalau mau makan atau mau beli keperluan, tidak perlu keluar. Jadi saya lihat ini sudah cukup lama, bisa ada terobosan fasilitasnya," kata Menteri Ara.
Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan komitmen bahwa perusahaan BUMN akan terus berkolaborasi dalam program yang dijalankan pemerintah. Namun, dia berharap agar kerja sama tersebut bisa turut dipayungi dengan regulasi yang pasti.
"Memang banyak sekali beberapa pemikiran yang selama ini kita coba dorong. Tapi yang paling penting adalah regulasi. Kalau pihak BUMN saja kena isu regulasi, apalagi pihak swasta," kata Erick.
Menteri Erick mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ara yang sudah mendukung keberlanjutan pembangunan TOD. Adapun stasiun yang rencananya akan dibangun hunian TOD selanjutnya adalah di Manggarai, Gubeng di Surabaya, dan Kiaracondong di Bandung.
Baca juga : Jadi Amanah Prabowo, REI Yakin Program 3 Juta Rumah Terealisasi
"Kita sudah punya 9 TOD seperti ini, saya tahu belum cukup. Tapi paling tidak niat awalnya sudah berjalan, perlu ada improvisasi, tetapi saya yakin kalau regulasinya dimudahkan," ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya