Dark/Light Mode

Launching Kampanye Bersama

Wamenlu Anis Matta Targetkan Bantuan Palestina Senilai Rp 3,2 TriliunĀ 

Rabu, 26 Februari 2025 16:55 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam acara Peluncuran Kampanye Bersama Penggalangan Bantuan Kemanusiaan bagi Gaza, Rabu (26/5/2025), di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam acara Peluncuran Kampanye Bersama Penggalangan Bantuan Kemanusiaan bagi Gaza, Rabu (26/5/2025), di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Hamas mengecam kematian bayi-bayi yang baru lahir itu. Mereka menyebut kematian ini sebagai akibat dari kebijakan “kriminal” yang dibuat Israel. 

Dalam sebuah pernyataan, Hamas juga mendesak para mediator dan masyarakat internasional untuk turun tangan dan peduli pada situasi di Gaza. Mereka berharap warga mendapatkan tempat berlindung dan bantuan kemanusiaan penting lainnya ke Jalur Gaza.

Baca juga : Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat Salurkan Bantuan Rp 4,4 M ke Palestina

Kematian anak-anak itu terjadi saat Israel terus memblokir masuknya bantuan ke Gaza di saat perjanjian antara kelompok Hamas di Palestina dan Israel selama gencatan senjata.

Ribuan rumah mobil yang membawa bantuan masih terlantar di perlintasan Rafah dengan Mesir. Para relawan menunggu otorisasi Israel membiarkan mereka memasuki wilayah Palestina yang terkepung.

Baca juga : Kalau Mau Haaland, Barcelona Kudu Nyiapin Rp 2,5 Triliun

Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),  delapan bayi baru lahir meninggal karena hipotermia di Gaza pada Desember lalu. Sementara itu, PBB mencatat ada 74 anak meninggal di tengah kondisi musim dingin yang brutal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah meningkatkan kewaspadaan atas meningkatnya serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga : Bhinneka Life Sukses Bayarkan Klaim Senilai Rp 630 Miliar 2024

“Kami melihat titik-titik kekerasan saat ini, serangan terhadap layanan kesehatan meningkat tajam di Tepi Barat,” kata perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, dokter Rik Peeperkorn dalam jumpa pers dari Gaza, Selasa.

Antara April dan Desember 2024, WHO mendokumentasikan 694 serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan di Tepi Barat.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.