Dark/Light Mode

Dibebaskan Israel, Tahanan Palestina Alami Penyiksaan & Gizi Buruk

Jumat, 28 Februari 2025 04:05 WIB
Tahanan Palestina yang dibebaskan Israel, tiba di Khan Younis, Jalur Gaza, Kamis (27/2/2025). (Foto AP/Jehad Alshrafi)
Tahanan Palestina yang dibebaskan Israel, tiba di Khan Younis, Jalur Gaza, Kamis (27/2/2025). (Foto AP/Jehad Alshrafi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dan dibebaskan, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata di Gaza, menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi dan penyiksaan.

Israel membebaskan 620 tahanan Palestina pada Rabu (26/2/2025) malam setelah ditunda dari seharusnya pada Sabtu (22/2/2025). Pada kesempatan yang sama, Hamas menyerahkan empat jenazah sandera Israel. Namun, Israel menunda pembebasan dua perempuan Palestina dan 44 anak-anak.

Penyerahan ini menandakan pertukaran sandera-tahanan terakhir menjelang berakhirnya gencatan senjata fase pertama. Dilansir Reuters, fase pertama gencatan senjata akan berakhir pekan ini, sambil menunggu kepastian fase kedua. Namun, Hamas mengaku masih belum menerima proposal apa pun terkait gencatan senjata fase kedua.

Baca juga : Kapolri Tegaskan Siap Kawal Mahasiswa Dan Pemuda Suarakan Pendapat

Dilansir Al Jazeera, Kamis (27/2/2025), beberapa warga Palestina yang dibebaskan dipindahkan dengan ambulans ke Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Gaza Selatan, karena parahnya cedera yang mereka alami. Banyak juga dari mereka yang dikirim ke Mesir dan Tepi Barat.

Alaa al-Bayari, warga Palestina yang dibebaskan di Kota Gaza, mengatakan bahwa dia menyaksikan penyiksaan, pemukulan, penghinaan saat berada di penjara Israel.

“Kami dipaksa telanjang, air disiramkan pada kami, dan kemudian mereka menggunakan listrik untuk menyiksa,” katanya. Kebebasan ini membuatnya bisa bertemu dengan putrinya yang berusia satu tahun untuk pertama kalinya.

Baca juga : Efisiensi Dilaksanakan: Pelayanan Dasar Tetap Aman?

Yahya Shrida, seorang tahanan Palestina yang telah dibebaskan ke Ramallah, menggambarkan penjara-penjara Israel sebagai kuburan.

“Kami seolah-olah telah diselamatkan dari penderitaan yang mendalam, seperti diangkat dari kuburan. Tidak ada tahanan lain yang mengalami penundaan pembebasan dua kali,” katanya.

Begitu tiba di kampung halaman, mereka meluapkan suka cita dan rasa syukur. Situasi yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya. Ada sebagian tahanan menjalani hukuman penjara seumur hidup atau jangka panjang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.