Dark/Light Mode

Stop Bantuan Ke Ukraina, Kenakan Pajak Impor Ke Kanada

Donald Trump Bukan Cuma Gertak Sambal

Rabu, 5 Maret 2025 04:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (25/2/2025). (Foto Alex Wong / Getty Images via RT)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (25/2/2025). (Foto Alex Wong / Getty Images via RT)

 Sebelumnya 
Trump juga memberlakukan kenaikan tarif barang dari China sebesar 10 persen. Namun, dia masih belum mengumumkannya secara resmi. Negeri Tirai Bambu dianggap AS sebagai negara pemasok fentanil. Obat terlarang itu dikaitkan dengan puluhan ribu kematian akibat overdosis di AS setiap tahun.

Sementara, geng-geng Meksiko memasoknya secara ilegal dan menjalankan laboratorium fentanil di Kanada.

Tantangan Indonesia

Baca juga : Pamitan Ke Raja Swedia, Dubes Kamapradipta Paparkan Capaian Kerja Sama

Pakar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Poppy Sulistyaning Winanti menanggapi kebijakan luar negeri Trump yang cenderung mengutamakan kepentingan nasional AS di atas kerja sama multilateral.

Bagi Poppy, kebijakan luar negeri itu telah menciptakan tantangan baru bagi hubungan bilateral Indonesia dengan AS. Namun, melalui pendekatan diplomasi yang bebas dan aktif, Indonesia bisa berusaha menjaga keseimbangan, yakni mempertahankan hubungan baik dengan AS dan memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain.

Baca juga : Menkop Resmikan Pos Pengaduan Koperasi, Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

“Diversifikasi mitra strategis menjadi langkah kunci bagi Indonesia untuk mempertahankan otonomi dan stabilitas di tengah perubahan geopolitik yang semakin kompleks,” ujar Poppy, Selasa (4/3/2025)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.