Dark/Light Mode

Stop Bantuan Ke Ukraina, Kenakan Pajak Impor Ke Kanada

Donald Trump Bukan Cuma Gertak Sambal

Rabu, 5 Maret 2025 04:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (25/2/2025). (Foto Alex Wong / Getty Images via RT)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (25/2/2025). (Foto Alex Wong / Getty Images via RT)

 Sebelumnya 
Zelensky mengeluarkan pernyataan di X pada Selasa (4/3/2025). Dia menekankan bahwa Ukraina menginginkan perdamaian yang adil. Untuk mencapai perdamaian itu, menurutnya, Ukraina memerlukan jaminan keamanan yang jelas dan dukungan internasional.

“Ketiadaan jaminan keamanan untuk Ukraina 11 tahun lalu memungkinkan Rusia melakukan pendudukan di Crimea dan perang di Donbass. Kemudian, ketiadaan jaminan keamanan memungkinkan Rusia melancarkan invasi skala penuh. Sekarang, karena kurangnya jaminan keamanan yang jelas, Rusia terus mengobarkan perang ini,” tulis Zelensky di X.

Baca juga : Pamitan Ke Raja Swedia, Dubes Kamapradipta Paparkan Capaian Kerja Sama

Berkurangnya dukungan AS, membuat Zelensky melirik mitranya di Eropa. Ini dilakukan untuk memastikan Rusia tidak lagi mengancam atau menyerang Ukraina di masa depan.

“Hari ini, kami melanjutkan kerja sama dengan mitra Eropa pada arsitektur diplomatik dan keamanan khusus yang dapat membawa kami lebih dekat ke perdamaian,” tulis Zelensky.

Baca juga : Menkop Resmikan Pos Pengaduan Koperasi, Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selain menghentikan bantuan untuk Ukraina, Trump juga akan memberlakukan bea masuk 25 persen atas impor barang dari Kanada dan Meksiko pada 4 Maret 2025. Kenaikan tarif tersebut merupakan ancaman Trump agar kedua negara tetangganya itu berupaya menghentikan masuknya obat-obatan terlarang dan imigran ilegal ke AS.

“Tidak ada ruang tersisa untuk Meksiko atau Kanada. Anda tahu, semuanya sudah ditetapkan. Bea masuk akan mulai berlaku besok,” kata Trump di Gedung Putih dikutip BBC, Senin (3/3/2025).

Baca juga : Entaskan Kemiskinan, Arief Berdayakan Warga Bekasi Lewat Gerai Cukur Rambut

“Yang harus mereka lakukan adalah membangun pabrik mobil mereka dan hal-hal lain di Amerika Serikat agar tidak dikenakan tarif,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.