Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KUAI Kedubes AS Hadiri Peringatan Pertempuran Selat Sunda
Rabu, 5 Maret 2025 10:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Heather Merritt, berpartisipasi dalam peringatan 83 tahun terjadinya Pertempuran Selat Sunda, Jumat (28/2/2025). Hadir dalam acara itu perwakilan dari Angkatan Laut Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, komunitas maritim, serta Pemerintah.
Acara tahunan ini menghormati keberanian dan pengorbanan para pelaut dan marinir yang berjuang dan gugur dalam Pertempuran Selat Sunda selama Perang Dunia II. Khususnya kru dari HMAS Perth I dan USS Houston (CA-30), yang kapal-kapalnya tenggelam pada 1 Maret 1942 di Teluk Banten.
“Janganlah kita melupakan pengorbanan para pelaut dan marinir pemberani ini. Mari kita terus bekerja dengan mitra Indonesia dan regional untuk menjaga agar bukan hanya memori tentang mereka tetap hidup, tetapi juga perdamaian yang mereka perjuangkan,” kata KUAI Merritt.
"Saya juga berharap kita dapat bekerja sama untuk melestarikan warisan kapal Houston dan Perth, menemukan cara untuk melindungi situs ini sekaligus membagikan kisahnya kepada generasi mendatang,” imbuhnya.
Baca juga : Bekasi Banjir, Duel Persija Vs PSIS Semarang Ditunda
Sebagai bagian dari peringatan, perwakilan dari Angkatan Laut dan maritim ketiga negara meletakkan karangan bunga di Selat Sunda untuk menghormati para pelaut yang gugur.
Acara ini menyoroti komitmen yang berkelanjutan terhadap peringatan dan persahabatan antara negara-negara tersebut, yang terus membentuk kerja sama regional masa mendatang.
Selain menghormati yang gugur, upacara ini juga memperkuat kerja sama antara AS, Australia, dan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Kerja sama ini tetap penting karena ketiga negara terus mengatasi tantangan bersama dalam keamanan maritim, stabilitas regional, dan perlindungan situs warisan seperti Teluk Banten.
Baca juga : Penghargaan Laureus Award, Real Madrid Bersaing Lawan Tim Formula 1
“Kami tidak berkumpul di sini hari ini untuk memuliakan perang, tetapi untuk mengingat biaya perang, dengan harapan dunia kita tidak akan pernah harus menanggung rasa sakit dan penderitaan seperti itu lagi,” kata Atase Angkatan Laut AS untuk Indonesia, CDR Patrick Panjeti.
“Itulah mengapa kami memperingati sejarah peristiwa ini dan mengapa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana kapal dapat melintas dengan aman dan perdamaian dapat dipertahankan.”
Pertempuran Selat Sunda mengakibatkan 696 pelaut dan marinir Amerika kehilangan nyawa setelah pertempuran sengit pada malam hari di lepas pantai Jawa.
Tercatat, 368 pelaut dan marinir Houston yang selamat dari tenggelamnya kapal terus melawan saat ditawan di Jawa, Singapura, Myanmar, Thailand, dan Jepang hingga akhir perang. Sementara, 291 pelaut Houston kembali ke kampung halaman sebagai pahlawan.
Baca juga : Ketum Bahlil Perintahkan Kadernya Turun Ke Bawah Selama Ramadan
Setiap tahun sejak 1945, USS Houston Survivors Association, yang kini menjadi USS Houston Survivors’ Association and Next Generations, berkumpul di kota Houston, Texas, untuk mengenang kapal mereka dan kru pemberani tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya