Dark/Light Mode

PM Baru Kanada Mark Carney Siap Lawan Trump

Senin, 10 Maret 2025 17:20 WIB
Pemimpin Partai Liberal Kanada Mark Carney menyampaikan pidato kemenangan di Ottawa, Minggu (9/3/2025). (Foto Instagram @markjcarnay)
Pemimpin Partai Liberal Kanada Mark Carney menyampaikan pidato kemenangan di Ottawa, Minggu (9/3/2025). (Foto Instagram @markjcarnay)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mark Carney berhasil menjadi pemimpin Partai Liberal Kanada, Minggu (9/3/2025). Dengan demikian, dia akan menggantikan Justin Trudeau sebagai Perdana Menteri (PM). 

Pada pidato perdananya Carney menyatakan, siap perang dagang melawan Amerika Serikat (AS). Negeri Daun Maple dikenakan pajak impor sebesar 25% oleh Presiden AS Donald Trump. Tarif tersebut telah membuat kondisi perekonomian Kanada tidak stabil.

Dalam pidato kemenangannya, Carney menegaskan bahwa Kanada tidak akan membiarkan Trump berhasil dengan kebijakan tarifnya. Tarif tersebut dianggap tidak adil, karena merugikan keluarga, pekerja, dan bisnis Kanada. 

Baca juga : Tahan Marah Agar Jadi Ibu Panutan

"Kita harus melakukan hal-hal yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, dengan kecepatan yang tidak pernah kita duga sebelumnya," ujar Carney. 

Di bawah kepemimpinan PM Justin Trudeau, Kanada telah menetapkan tarif balasan kepada Negeri Paman Sam. Carney menyatakan, bahwa Kanada akan terus mempertahankan tarif balasan tersebut hingga AS menunjukkan rasa hormat terhadap Kanada. 

Bagi Carney, ada perbedaan mendasar antara Kanada dan AS. Ia mengibaratkan AS sebagai 'melting pot', atau wadah peleburan. Sementara Kanada adalah mosaik, yakni potongan-potongan yang menciptakan karya seni indah. 

Baca juga : Penghargaan Laureus Award, Real Madrid Bersaing Lawan Tim Formula 1

"Amerika bukanlah Kanada. Kanada tidak akan pernah menjadi bagian dari Amerika dalam bentuk atau cara apa pun," katanya. 

Menang Pemilihan Ketua Partai

Dilansir Reuters, Carney (59) berhasil meraih 86% suara. Ia mengalahkan mantan Menteri Keuangan Chrystia Freeland dalam pemilihan yang diikuti hampir 152.000 anggota partai.

Pemimpin baru dari Partai Liberal itu akan menjadi PM dalam beberapa hari mendatang untuk mengakhiri era Trudeau. Namun, mengingat partai konservatif unggul tipis dalam jajak pendapat, masa kekuasaan Partai Liberal mungkin tidak akan berlangsung lama. Sementara, Carney harus memutuskan jadwal pemilihan umum, yang harus dilaksanakan paling lambat 20 Oktober 2025.

Baca juga : Airlangga Doakan Gerindra Makin Solid dan Maju

Carney bakal mengambil alih kepemimpinan di saat Kanada menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni perang dagang dengan AS. Mantan Gubernur Bank of England dan Gubernur Bank Sentral Kanada itu menggantikan Trudeau yang mengumumkan mundur pada Januari 2025 setelah banyak desakan dari anggota parlemen partainya. Popularitas Trudeau menurun akibat naiknya harga pangan dan rumah. 

Kemenangan Carney menandai pertama kalinya seseorang dengan latar belakang politik yang minim menjadi  PM Kanada. Namun Carney merasa, pengalamannya sebagai gubernur dua bank sentral G7 (yakni, Kanada dan Inggris) membuatnya kandidat terbaik untuk menghadapi Trump.

Sebagai informasi, ketika memimpin Bank of England pada 2013, ia dikenal karena kemampuannya dalam menangani krisis. Ia dianggap berhasil melakukan pemulihan cepat di Kanada setelah krisis keuangan 2008. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.