Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eks Presiden Filipina Ditangkap Polisi Di Bandara Manila
Para Pendukung Duterte Geruduk Pangkalan Udara
Rabu, 12 Maret 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Perang melawan narkoba adalah kebijakan kampanye Duterte yang membawa mantan Wali Kota Davao ini ke tampuk kekuasaan.
“Apa hukumnya dan apa kejahatan yang saya lakukan?” tanya Duterte dalam video yang diunggah putrinya, Veronica, di akun Instagramnya, Selasa (11/3/2025).
“Ini kemauan orang lain. Anda harus bertanggung jawab sekarang atas perampasan kebebasan seorang warga,” lanjut Duterte.
Baca juga : Eks Presiden Filipina Duterte Ditangkap Di Bandara Manila, Ini Responsnya
Sebelum dibawa masuk ke gedung untuk pemeriksaan, Duterte sempat menegaskan dia tidak bersalah.
“Saya memberi polisi kebebasan menembak untuk perlindungan diri selama operasi penangkapan,” ujarnya.
Tak lama setelah Duterte dibawa polisi, kerumunan pendukungnya mulai berdatangan ke Pangkalan Udara Vilamor. Petugas keamanan pun dikerahkan untuk menjaga ketertiban di luar gerbang. Pasukan dengan tameng dan kendaraan dengan bazoka air sudah disiagakan di balik gerbang utama.
Baca juga : Mesut Ozil Jadi Politisi Partai Pendukung Erdogan
ICC membuka investigasi atas Duterte pada September 2021 setelah menemukan bukti adanya ribuan pembunuhan di luar hukum dalam operasi antinarkoba di Filipina. ICC menilai, pola pembunuhan tersebut bersifat sistematis dan berpotensi masuk dalam kategori kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kini, penangkapan Duterte menjadi babak baru dalam penyelidikan internasional yang selama ini berlangsung, dengan kemungkinan tuntutan pidana yang akan segera dihadapinya.
Sebelum ditangkap, Duterte ke Hong Kong untuk berkampanye di depan masyarakat Filipina. Duterte ingin mencalonkan diri sebagai Senator. Dia didampingi putrinya, Sara Duterte, yang menjabat sebagai Wapres Filipina.
Baca juga : Christian Ronaldo Dijadwalkan Mendarat Di Bandara El Tari Kupang Besok Selasa
Saat ini Sara sedang bersitegang dengan Presiden Filipina Marcos Junior dan menghadapi ancaman pemakzulan.
“Pagi-pagi sekali, Interpol Manila menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari ICC,” kata Istana Kepresidenan Malacanang.
Pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr siap bekerja sama dengan ICC dan Interpol. “Para penegak hukum kami siap mematuhi apa yang diamanatkan hukum, jika surat perintah penangkapan perlu dilaksanakan karena permintaan dari Interpol,” ujar Wakil Kepala Kantor Komunikasi Presiden Claire Castro, saat berbicara kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya