Dark/Light Mode

Dubes Jepang Masaki Yasushi Bukber Dengan Tokoh Islam, Suguhkan Tempura & Sushi

Rabu, 19 Maret 2025 04:16 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni (kiri), Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi (tengah), Rektor UIII Prof. Jamhari Ma’ruf (kanan), Alissa Wahid (kedua kiri), Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah (kedua kanan) di acara Buka Puasa Bersama dengan ‎Tokoh-tokoh Islam Indonesia, di Kediaman Dubes Jepang Jakarta, Senin (17/3/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni (kiri), Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi (tengah), Rektor UIII Prof. Jamhari Ma’ruf (kanan), Alissa Wahid (kedua kiri), Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah (kedua kanan) di acara Buka Puasa Bersama dengan ‎Tokoh-tokoh Islam Indonesia, di Kediaman Dubes Jepang Jakarta, Senin (17/3/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Dubes Masaki juga aktif melakukan interaksi dengan para tokoh Islam. Antara lain, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Tebuireng serta berziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selain itu, dia juga bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal untuk membahas berbagai isu keagamaan dan kerja sama antarumat beragama. Baginya, kegiatan ini penting untuk memperkuat hubungan jangka panjang antara masyarakat Jepang dan komunitas Islam di Indonesia.

“Kami memiliki banyak kerja sama dengan Indonesia. Dan kerja sama dengan komunitas Muslim salah satu yang penting. Kami membangun sekolah pendidikan Islam hingga memberikan bantuan peralatan kesehatan,” terangnya.

Baca juga : Respon Cepat Penyintas Bencana, HI Luncurkan Mobil Kemanusiaan

Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Profesor Din Syamsuddin mengatakan, Jepang sebagai saudara lama (old brother) bagi Indonesia. Meski Muslim adalah minoritas, Din melihat Jepang sebagai negara yang menerapkan nilai-nilai Islam dengan baik.

“Kami melihat kebersihan dan disiplin waktu selama berada di Jepang. Itu semua adalah nilai-nilai Islam,” katanya.

Dalam sambutannya, Din juga menyoroti dinamika geopolitik global. Dia mendorong Indonesia dan ASEAN semakin memperkuat aliansi dengan Jepang. Tujuannya untuk mencegah adanya hegemoni baru, alias dominasi kekuasaan di kawasan.

Baca juga : Dubes Jepang Masaki Yasushi Gaet UNICEF Untuk Program MBG Di Biak Numfor

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Profesor Jamhari Ma’ruf menggarisbawahi pentingnya identitas budaya dalam diplomasi Islam. Dengan adanya program kunjungan tokoh Islam Indonesia ke Jepang, mereka dapat memperkenalkan langsung nilai-nilai Islam kepada masyarakat Jepang.

“Pada awal 2000, Islam dikenal kurang baik di luar negeri. Kedatangan para tokoh Islam sekaligus mengenalkan Islam kepada mereka yang selama ini hanya tahu Islam dari televisi dan media,” ujarnya.

Acara buka puasa juga dilengkapi teh hangat, kolak, bubur sumsum dan es buah. Tentu saja makanan Jepang menjadi incaran tamu undangan yang hadir. Mereka bernostalgia dengan makanan otentik yang dibuat langsung chef dari Jepang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.