Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Ancaman Donald Trump, PM Baru Kanada Percepat Pemilu
Selasa, 25 Maret 2025 03:43 WIB
Sebelumnya
Pada 6 Maret, Trump menunda penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap beberapa barang Kanada selama 30 hari. Namun, setelah itu, ia memberlakukan tarif terhadap impor baja dan aluminium dari Kanada.
Selain itu, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif timbal balik terhadap barangbarang Kanada lainnya. Termasuk produk susu dan kayu yang akan diterapkan pada 2 April ini.
Dengan kata lain, meskipun penundaan tarif berlaku sementara, Trump terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Kanada dengan mengenakan tarif tambahan pada produkproduk utama lainnya.
Baca juga : Bertemu Wamendagri, Wamen PU Bahas Percepatan Pembangunan DOB Papua
Jajak pendapat menunjukkan bahwa isu utama bagi warga Kanada adalah dampak negatif dari ancaman tarif Trump. Warga Kanada tahu, pemimpin baru mereka tidak punya pilihan selain berhadapan dengan Trump.
“Carney mungkin sedang mempersiapkan langkah yang lebih keras pada tanggal 2 April,” kata kepala ilmuwan data dan pendiri lembaga survei Nanos Research, Nik Nanos.
Mark Carney tidak memiliki pengalaman politik sebelumnya. Namun, dia kini memimpin Partai Liberal dan akan menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan dukungan rakyat.
Baca juga : Hadapi Tantangan Penanggulangan Terorisme, BNPT Perkuat Struktur Organisasi
Carney akan berhadapan dengan pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre yang sudah sangat berpengalaman dalam politik. Poilievre yang juga fasih berbahasa Prancis, mengusung tagline Canada First. Ia berusaha menunjukkan dirinya sebagai sosok yang bisa melawan Trump.
Sistem politik Kanada mengharuskan menggelar Pemilu untuk menentukan siapa yang akan memimpin negara. Meskipun Carney adalah Perdana Menteri yang baru dilantik, ia belum terpilih melalui pemilu langsung dan tidak pernah terpilih sebagai anggota Parlemen. Oleh karena itu, ia harus menjalani pemilu untuk mendapatkan mandat resmi dari pemilih Kanada.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Pemilu di Kanada tidak hanya fokus pada isu domestik seperti perumahan dan imigrasi. Tetapi juga sibuk melawan acaman negara tetangganya, AS, terkait kedaulatan negaranya.
Baca juga : Bank Mandiri Dukung Percepatan Transformasi Digital
Meskipun Carney baru dalam politik, banyak yang berpendapat bahwa faktor kebijakan tarif Trump mungkin memberikan kesempatan lebih besar bagi Carney. Jajak pendapat terakhir menunjukkan, Partai Liberal memimpin dengan 42 persen dukungan publik, sementara Partai Konservatif mendapat 37 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya