Dark/Light Mode

Palang Merah Singapura Mau Nyumbang Rp 1,85 Miliar Untuk Korban Gempa Myanmar

Sabtu, 29 Maret 2025 09:43 WIB
Tim pencarian dan penyelamatan sibuk mencari korban gempa Myanmar di antara reruntuhan bangunan. (Foto: Myanmar Red Cross)
Tim pencarian dan penyelamatan sibuk mencari korban gempa Myanmar di antara reruntuhan bangunan. (Foto: Myanmar Red Cross)

RM.id  Rakyat Merdeka - Palang Merah Singapura (SRC) berkomitmen memberikan sumbangan awal senilai 150 ribu dolar Singapura atau Rp 1,85 miliar untuk mendukung upaya tanggap darurat gempa dahsyat di Myanmar dan Thailand.

Dalam rilis media yang dipublikasikan pada Sabtu (29/3/2025), SRC menyebut, sumbangan itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Termasuk suplai makanan, air, selimut, terpal, dan perlengkapan kebersihan oleh Palang Merah Myanmar dan Palang Merah Thailand.

Penggalangan dana publik juga akan segera diluncurkan. Detil informasinya akan  disampaikan melalui situs web SRC.

Dana yang terkumpul dari penggalangan dana ini, akan mendukung langsung operasi bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Baca juga : Minat Fernando Torres! Nih Barca Mau Lego Rp 635 Miliar

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Banyak orang terluka, mengungsi, dan sangat membutuhkan bantuan. Kerusakan yang meluas pada infrastruktur menghambat operasi penyelamatan dan bantuan darurat di lapangan. Skala kehancuran ini membutuhkan respons kemanusiaan yang cepat dan terkoordinasi,” kata Sekretaris Jenderal dan CEO SRC, Benjamin William seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (29/3/2025).

“Kami bekerja sama erat dengan mitra Palang Merah kami untuk memastikan bantuan sampai ke pihak yang paling membutuhkan. Saya mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung upaya ini," imbuhnya.

SRC menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan masing-masing Perhimpunan Palang Merah untuk memantau dan menilai situasi. SRC siap memberikan bantuan lebih lanjut. Termasuk, mengerahkan petugas tanggap kemanusiaan untuk mendukung upaya bantuan bagi masyarakat terdampak.

SRC juga telah mengaktifkan layanan Restoring Family Links (RFL) untuk membantu penduduk Singapura menemukan sanak famili yang terdampak bencana. Mereka yang membutuhkan bantuan dapat mengirim email ke [email protected].

Baca juga : Pastikan Mudik Lebaran Aman Dan Nyaman, Pelita Air Lakukan Inspeksi Keselamatan

Gempa dahsyat yang melanda Myanmar dan Thailand pada Jumat (28/3/2025), telah menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai ratusan orang. Puluhan orang dilaporkan terperangkap di reruntuhan bangunan. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat.

Gempa dangkal berkekuatan 7,7 skala Richter melanda barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah pada sore hari. Beberapa menit kemudian diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 skala Richter.

Gempa tersebut meratakan bangunan, merobohkan jembatan, dan meretakkan jalan di seluruh Myanmar. Bahkan, menghancurkan gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dibangun. Bangunan tersebut berjarak ratusan kilometer di Bangkok.

Belum diketahui pasti, total korban dan kerugian akibat gempa dahsyat tersebut. Namun, pemimpin Myanmar yang terisolasi dalam cengkeraman perang saudara, telah mengeluarkan permohonan langka untuk bantuan internasional.

Baca juga : Bank DKI Salurkan Santunan Rp 1,7 Miliar Berkah Ramadan Kepada 8500 Penerima

Kepala Junta Min Aung Hlaing mengatakan, 144 orang telah tewas dan 732 orang terluka. Menurutnya, jumlah korban masih akan terus meningkat. Sejauh ini, delapan kematian telah terkonfirmasi di Thailand.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.