Dark/Light Mode

Lebih Dari 50 Negara Kontak Gedung Putih Untuk Nego Tarif Resiprokal Trump

Senin, 7 April 2025 00:08 WIB
Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan tarif resiprokal di Gedung Putih, Rabu (2/4/2025). (Foto: Instagram @whitehouse)
Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan tarif resiprokal di Gedung Putih, Rabu (2/4/2025). (Foto: Instagram @whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 50 negara telah menghubungi Gedung Putih untuk memulai perundingan perdagangan, sejak Trump mengumumkan tarif resiprokal atau tarif timbal balik untuk seluruh negara pada Rabu (2/4/2025). Hal ini diungkap langsung oleh Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett.

"Mereka melakukan itu karena mereka paham harus menanggung sebagian besar tarif," kata Hassett kepada ABC News, Minggu (6/4/2025).

Pilih Jalur Nego

Indonesia dan Taiwan yang sama-sama kebagian tarif resiprokal 32 persen, telah memastikan bergabung dalam kelompok negara yang tidak akan melakukan retaliasi tarif atau menerapkan tarif balasan terhadap AS.

Baca juga : Pemerintah Utus Tim Lobi ke AS, Negosiasi Kebijakan Tarif Impor Trump

Dalam rilis Kementerian Koordinator Perekonomian RI yang dibagikan pada Minggu (6/4/2025), Indonesia memastikan tidak akan mengambil langkah retaliasi atas kebijakan tarif tersebut. Indonesia memilih untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pendekatan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang hubungan perdagangan bilateral, serta untuk menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional.

"Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April. Kita diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari AS,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan terkait Kebijakan Tarif Resiprokal AS yang digelar secara virtual, Minggu (6/04).

Baca juga : Pemerintah Indonesia dan MPR Tegaskan Dukungan Penuh untuk Palestina

Keputusan Taiwan bergabung dengan negara-negara yang tidak mengambil langkah retaliasi tarif, diumumkan oleh Presiden Lai Ching-te.

"Taipei akan menghapus hambatan perdagangan dan secara bertahap meningkatkan investasi di AS, serta memperdalam kerja sama industri dengan Gedung Putih," kata Lai dalam pertemuan dengan para eksekutif di kediamannya, seperti dikutip CNN International, Minggu (6/4/2025).

 

Baca juga : Lebih Dari 50 Persen Rakyat Korsel Ngebet Yoon Suk Yeol Lengser

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.