Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pesan Eks Ketua KY Untuk Ketua MA: Jangan Cuma Bersih Untuk Diri Sendiri
Senin, 11 November 2024 08:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki mengungkapkan, ada salah satu sosok berintegritas yang diharapkan dapat membersihkan dunia kehakiman di Indonesia.
Sosok itu tidak lain adalah Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Sunarto, yang baru dilantik Presiden Prabowo 22 Oktober 2024 lalu.
Suparman bercerita, Sunarto dulu sempat dua kali mendaftar sebagai hakim agung dan lolos sampai ke DPR. Tetapi tidak diterima hanya karena dinilai kurang meyakinkan sebab suaranya kurang keras.
Padahal, menurut Suparman, Sunarto memang memiliki pembawaan dan personal yang lembut. Tetapi, keunggulannya karena dia sosok berintegritas.
"Dia orang Sumenep, volume suaranya lembut sekali, kadang-kadang tidak kedengaran, dan tidak ada intonasi tinggi, datar saja. Tapi saya mengenal dia sebagai hakim yang sepanjang karirnya tidak ada catatan buruk dan tidak ada angka kekayaan dia yang patut kita duga tidak benar," kata Suparman Marzuki dalam podcast Pojok Keramat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat Senin (11/11/2024).
Baca juga : Wamenag: Jangan Cuma Cari Untung Saja Dong
Bahkan, Suparman mengungkapkan, dia pula yang 10 tahun lalu mendesak Sunarto agar bersedia menjadi hakim agung. Hal itu disampaikan Suparman ketika Sunarto merasa sudah cukup dan bersyukur karena menjadi hakim tinggi dirasa menjadi capaian luar biasa, terutama bagi dirinya yang memang berasal dari kampung.
Mendengar itu, Suparman menyampaikan ke Sunarto agar tidak jadi ‘pribadi percuma’ atau orang baik yang tidak mau berbuat untuk bangsa.
Ternyata, pernyataan Suparman itu betul-betul dipikirkan Sunarto. Karena tidak lama setelah perbincangan tersebut, dia menghubungi Suparman, mengabarkan akan mendaftar hakim agung.
"Dia tidak punya rumah mewah. Rumahnya sederhana di Malang sana, dia tinggal di Tangerang sama istrinya karena istrinya juga hakim. Tinggal di rumah dinas, tidak punya rumah pribadi, baru punya mobil setelah gajinya naik, itupun kredit. Istrinya dan dia kalau ke pengadilan itu naik angkutan umum," ujar Suparman yang juga pakar hukum tata negara dari UII Yogyakarta.
Kala itu, Suparman turut menyampaikan kepada rekan-rekannya di Komisi 3 DPR RI soal ruginya bangsa ini jika sosok berintegritas seperti Sunarto tidak terpilih jadi hakim agung.
Akhirnya, Sunarto terpilih menjadi hakim agung dan kini diberi amanah Presiden Prabowo untuk menjadi Ketua Mahkamah Agung.
Suparman mengingatkan, Ketua MA merupakan posisi yang sangat strategis. Bagi Suparman, Sunarto memiliki modal integritas untuk melakukan tindakan pembersihan, penegasan, dan membangun sistem di MA.
Suparman berharap, sosok Ketua MA yang baru itu masih merupakan pribadi Prof. Sunarto yang dia kenal dulu.
"Sekarang, dia jadi Ketua Mahkamah Agung. Dia hanya punya kesempatan sekitar lima tahun menjadi hakim agung, setelah itu dia pensiun. Saya berharap dia tidak bersih untuk dirinya sendiri, sekarang waktunya," kata Suparman yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Badan Wakaf UII.
Sementara itu, Cendekiawan Hamid Basyaib di acara yang sama mengingatkan, dunia peradilan tidak boleh cuma mengandalkan person-person tanpa membangun sistem.
Baca juga : Rayakan HUT Ketiga, Partai Kebangkitan Nusantara Berikan Santunan Anak Yatim
Sebab, ia menyampaikan, bangsa ini sebenarnya tidak kekurangan tokoh-tokoh yang hebat. Dia mencontohkan sosok Kapolri legendaris, Jenderal Hoegeng, yang dikenal sangat bagus tersebut.
Namun lanjut Hamid, Hoegeng tetap belum mampu membangun Polri sebagai kesatuan dan sebagai sistem untuk menginternalisasi citra dirinya yang bagus itu.
Contoh lain, Bung Hatta, yang bagi Hamid begitu paripurna kebaikannya. Tetapi, lagi-lagi, Hamid menegaskan, kita tidak bisa mengandalkan tokoh secara person.
"Bung Hatta, buat saya orang itu baik, pintar, jujur, ya tapi lagi-lagi, kan buat dirinya sendiri, apakah itu baik, tentu saja baik, orang baik buat dirinya ya baik. Tetapi kalau kita ngomong dalam konteks sistem, itu tidak bisa diandalkan, person-nya," ujar penulis dan jurnalis senior tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya