Dark/Light Mode

Sara Duterte dan Perjalanan Hukum Keluarga Duterte: Dari ICC ke DPR

Senin, 7 April 2025 19:26 WIB
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (Foto Inquirer/Grig C Montegrande)
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (Foto Inquirer/Grig C Montegrande)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Sara Duterte kembali ke Manila pada Minggu malam setelah tinggal selama hampir sebulan di Belanda, untuk membantu ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte, mempersiapkan sidang Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sara Duterte terbang ke Belanda pada 12 Maret, sehari setelah ayahnya dibawa ke negara Eropa tersebut berdasarkan surat perintah penangkapan dari ICC. Dia tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) pada Minggu (6/4/2025), sekitar pukul 21.56 (Waktu Standar Filipina) melalui penerbangan Emirates Airlines no. EK 334.

"Wakil Presiden diharapkan untuk membahas masalah-masalah terkait dalam beberapa hari mendatang," pernyataan kata Kantor Wakil Presiden (OVP).

Mantan Presiden Duterte ditangkap pada 11 Maret, tak lama setelah ia mendarat di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) sepulang dari pertemuan dengan pekerja migran Filipina di Hong Kong. Rodrigo Duterte ditangkap pada 11 Maret dan segera dibawa ke pengadilan di Belanda pada hari yang sama untuk menghadapi dakwaan terkait perang melawan narkoba yang telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar warga miskin.

Keluarga Duterte berulang kali menyalahkan Presiden Ferdinand Marcos Jr. atas penangkapan mantan presiden tersebut, meskipun Filipina telah menarik diri dari Statuta Roma pada tahun 2019.

Baca juga : JRP Insurance Berikan Santunan untuk Keluarga Korban Ombak Parangtritis

Marcos Jr. menyatakan bahwa Filipina tidak dapat mengabaikan surat perintah penangkapan tersebut karena telah disampaikan melalui Polisi Internasional (Interpol).

Beberapa hari sebelum kembali ke Filipina, Sara Duterte mengucapkan terima kasih kepada Marcos Jr., karena penangkapan tersebut memungkinkan dirinya untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah selama di dalam tahanan ICC, di Scheveningen, Den Haag, Belanda.

Selama hampir sebulan tinggal di sana, Wakil Presiden bekerja menyusun tim pembela ayahnya.

"Pekerjaan saya di sini sudah selesai," katanya kepada wartawan sebelum keberangkatannya, seraya mengatakan tim hukum Rodrigo Duterte kini sudah siap. Dan, dia telah menyerahkan dokumen terakhir yang dibutuhkan ke ICC.

Sidang Pemakzulan Sara Duterte

Wakil Pemimpin Mayoritas DPR Francisco Paolo Ortega menyambut kepulangan Sara Duterte, dan memintanya bersiap menghadapi persidangan pemakzulannya.

Baca juga : Pelaku Usaha Minta Peremajaan Peralatan Bongkar Muat Kapal di Tanjung Perak

"Selamat datang kembali kepada wakil presiden kita. Saya tidak yakin apakah dia punya sesuatu untuk saya dari Den Haag. Baguslah dia kembali karena dia akan mempersiapkan diri untuk bulan-bulan mendatang," sindir Ortega.

Bagi Ortega, sidang tersebut dapat dihindari jika Sara Duterte terbuka soal masalah dana tersebut selama penyelidikan DPR.

"Tidak ada jawaban sampai sekarang. Mungkin, akan ada jawaban yang lebih jelas dalam persidangan pemakzulan," imbuhnya, dilansir GMANews, Minggu (7/4/2025).

Dalam jumpa pers Februari lalu, Sara Duterte mengatakan, timnya telah mempersiapkan pemakzulannya sejak November 2023.

Pada Rabu (5/2/2025), DPR Filipina resmi memakzulkan Sara Duterte, putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Davao itu mendopat tuduhan serius, termasuk dugaan perencanaan pembunuhan presiden, korupsi dalam skala besar, serta kegagalannya untuk secara tegas mengecam tindakan agresif China terhadap pasukan Filipina di wilayah Laut China Selatan yang masih menjadi sengketa.

Baca juga : BRI Dan Blue Bird Perkuat Kerja Sama Hadirkan Solusi Keuangan Digital Bagi Pengemudi

Dengan dukungan 215 dari 300 anggota DPR (jumlah yang jauh melampaui batas minimum yang diperlukan), petisi pemakzulan ini langsung diteruskan ke Senat, yang akan menjalankan proses pengadilan pemakzulan.

Ketua Senat Francis Escudero mengatakan, berdasarkan hukum, sidang pemakzulan hanya bisa digelar, dan para senator disumpah sebagai juri, ketika sesi Senat dibuka kembali pada 2 Juni mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.