Dark/Light Mode

Kerja Sama Internasional sebagai Pendukung Pelaksanaan SDGs di Asia Pasifik

Sabtu, 12 April 2025 22:58 WIB
Ilustrasi SEA-H2X (Gambar: Converge)
Ilustrasi SEA-H2X (Gambar: Converge)

       Dalam era globalisasi, negara berlomba-lomba untuk mengembangkan kekuatan negara mereka, baik itu kekuatan militer, kekuatan ekonomi, maupun kekuatan politik mereka di kawasan tertentu. Kerja sama antarnegara dapat dilakukan demi mencapai tujuan-tujuan tersebut. Menurut Kementerian Luar Negeri, kerja sama bilateral didefinisikan sebagai jenis kerja sama yang terjadi antara dua negara atau pihak yang melibatkan dua subjek hukum yang bekerja sama dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, budaya, atau militer.
        Sustainable Development Goals (SDGs) juga menekankan pentingnya melakukan kerja sama dan kemitraan antarnegara demi mencapai tujuan berkelanjutan. Kerja sama multilateral dalam konteks SDGs dapat didefinisikan sebagai upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan global yang mencakup aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Kerja sama multilateral dalam konteks SDGs dapat dilakukan untuk transfer teknologi, dukungan pendanaan, pengembangan kapasitas negara, dan pertukaran pengetahuan serta praktik terbaik untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menjalankan SDGs.
Studi Kasus Konsorsium 
SEA-H2X
        Dalam kasus ini, beberapa negara di Asia Pasifik melakukan inisiatif strategis dalam rangka untuk meningkatkan konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara, yaitu proyek South Eas Asia Hainan-Hong Kong Express Cable System (SEA H2X). Sistem kabel bawah laut ini akan menghubungkan Hong Kong SAR China, Hainan China, Filipina, Thailand, Malaysia Timur, dan Singapura. Dengan panjang kabel sekitar 5.000 kilometer, Kabel SEA-H2X akan terdiri dari sedikitnya 8 pasang serat optik antara Hong Kong SAR dan Singapura, dengan kapasitas desain 160 terabit per detik (TBPS).
         Sistem ini dapat membantu bisnis dan konsumen akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya hubungan digital. Proyek ini juga dapat menyediakan Hong Kong SAR dan negara-negara Asia Tenggara kapasitas yang dibutuhkan dan transmisi yang lebih cepat demi menyongsong peralihan ke era 5G.
Upaya SEA-H2X terhadap Pencapaian SDGs
         Upaya dalam mengembangan jaringan kabel bawah laut ini dilakukan sesuai dengan mandat SDGs Nomor 9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inovasi di kawasan. Kabel bawah laut ini dapat meningkatkan akses internet antarnegara dan mendukung transformasi digital di kedua belah pihak negara. Dengan pengembangan kabel bawah laut ini dapat mendukung pengembangan ekonomi digital, dan memperbesar peluang bisnis di era ekonomi berbasis data dan digital.
         Kerja sama ini juga memenuhi SDGs Nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mengembangkan jaringan kabel bawah laut ini maka negara-negara yang terlibat dapat meningkatkan perekonomian lokal masing-masing negara, dengan pengembangan kabel bawah laut ini seperti yang ditekankan di atas dapat menciptakan industri/perkantoran berbasis ekonomi digital yang dengan tidak langsung menciptakan lapangan kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatkan daya saing bisnis lokal.

Proyek SEA-H2X juga menjunjung pencapaian SDGs Nomor 13, dengan mengembangkan kabel bawah laut maka proyek tersebut membutuhkan ruang yang minim dan tidak mengharuskan untuk konsevasi lahan yang membutuhkan intensif energi yang tinggi. Langkah ini juga mengurangi emisi karbon sektor telekomunikasi.
        SDGs Nomor 14 juga tidak luput dari proyek ini, pemasangan kabel bawah laut ini mendorong pemasangan yang ramah lingkungan serta pemantauan berkelanjutan untuk meminimalkan gangguan terhadap habitat laut. Yang terakhir adalah SDGs Nomor 17 yaitu kemitraan global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelannjutan. Langkah yang diambil dalam melakukan kerja sama multilateral dalam pengembangan kabel bawah laut ini secara tidak langsung mendorong kerja sama antarnegara dan meningkatkan kepercayaan antarnegara dan menunjukkan bahwa kerja sama antarnegara dapat menghasilkan solusi infrastruktur yang bermanfaat bbagi banyak pihak.

Dampak Positif Proyek SEA-H2X

        Proyek Kerja sama multilateral ini dilakukan demi menyongsong peralihan dunia 4G ke 5G serta transformasi ekonomi berbasis digital. Dampak positif yang didapatkan dari proyek ini adalah:
  1. Meningkatkan konektivitas antarnegara pelaku. Infrastruktur telekomunikasi yang diciptakan pada proyek ini memiliki kapasitas yang terus meningkat dan memiliki kecepatan jaringan yang sangat cepat.
  2. Perkembangan teknologi informasi di dalam kawasan yang didorong oleh kemunculan infrastruktur jaringan yang memadai
  3. Akses internet yang lebih cepat dan stabil baik bagi individu, Lembaga, pemerintah maupun bisnis
  4. Mendorong dan mempermudah bisnis lintas batas dengan meningkatkan efisiensi operasional. Investasi asing juga dapat meningkat karena kredibilitas Kawasan yang semakin meningkat karena kehadiran infrastruktur jaringan yang memadai
Dampak Negatif Proyek SEA-H2X
          Walaupun memberikan dampak positif bagi negara pelaku, proyek SEA-H2X juga memberikan dampak negatif dalam pelaksanaannya yaitu:
  1. Dengan mengembangkan infrastruktur di bawah laut maka tidak dapat dipungkiri bahwa gangguan ekosistem laut pasti terjadi, baik setelah  proyek selesai maupun dalam proses konstruksi. Aktivitas seperti penggalian dasar laut hingga penggunaan alat berat kemungkinan besar dapat merusak dan membunuh biota laut serta menyebabkan polusi air yang dapat mengancam ekosistem laut
  2. Biaya pemasangan dan pemeliharaan yang tinggi dikarenakan letak infrastruktur yang berada di bawah permukaan laut dan membutuhkan alat berat untuk pemasangan, pemeliharaan dan pengoprasian.
  3. Ketergantungan terhadap infrastruktur teknologi juga menjadi salah satu dampak negatif dari proyek ini. Jika terjadi gangguan teknis yang disebabkan oleh bencana alam atau serangan siber, maka aktivitas ekonomi berbasis digital serta aktivitas sosial di platform digital juga dapat mengganggu negara-negara yang bergantung kepada infrastruktur ini.
rudolf davier
rudolf davier
Mahasiswa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.