Dark/Light Mode

Biadab, Israel Tembaki Petugas Medis Palestina

Senin, 7 April 2025 04:45 WIB
Ambulan Bulan Sabit Merah Palestina ditembaki militer Israel di wilayah Tal as-Sultan, Rafah, Gaza selatan pada 23 Maret 2025. (Foto Tangkapan Layar)
Ambulan Bulan Sabit Merah Palestina ditembaki militer Israel di wilayah Tal as-Sultan, Rafah, Gaza selatan pada 23 Maret 2025. (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Militer Israel (Israel Defence Forces/IDF) kembali melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza. Video ponsel salah satu dari 15 petugas medis Palestina yang tewas terbunuh, menjadi bukti baru.

Video yang viral di media sosial itu menunjukkan tentara Israel secara brutal menembaki mobil ambulans yang membawa petugas medis. Termasuk di antaranya relawan dari Bulan Sabit Merah Palestina (Palestine Red Crescent Society/PRCS).

Dilansir Al Jazeera, video itu ditemukan di ponsel salah satu korban bernama Rifat Radwan. Video yang dirilis PRCS pada Sabtu (5/4/2025), menunjukkan saat-saat terakhir para petugas medis berseragam di dalam ambulans PRCS.

Petugas medis ditembak pasukan Israel di wilayah Tal as-Sultan, Rafah, Gaza selatan pada 23 Maret 2025. PRCS kehilangan delapan pekerjanya dalam serangan itu.

Baca juga : Libur Lebaran, Transaksi Keuangan di Ragunan Berjalan Lancar

Serangan saat bulan Ramadan itu juga menewaskan enam anggota Badan Pertahanan Sipil Palestina dan seorang karyawan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Jenazah mereka ditemukan terkubur di Rafah.

Dalam video tersebut terdengar suara gemetar ketakutan, sementara suara tembakan terus terdengar sebagai latar belakang. Pemilik video juga memberikan pesan mengharukan untuk ibunya.

“Maafkan aku, Ibu, karena aku memilih jalan ini, jalan untuk menolong orang. Terimalah kesyahidanku Tuhan dan maafkan aku,” ujarnya.

Tepat sebelum video berakhir, dia terdengar berkata: “Orang-orang Yahudi datang, orang-orang Yahudi datang,” yang tampaknya merujuk pada tentara Israel.

Baca juga : Budi Arie: Jokowi Dukung Penuh Kopdes Merah Putih

PRCS mengatakan, ambulans itu dikirim sebagai tanggapan atas panggilan darurat dari warga sipil yang terjebak setelah pemboman Israel di Rafah. Juru bicara pertahanan sipil Gaza mengatakan, Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dinilai tidak ada bandingannya dalam sejarah modern.

Israel Ngaku

Dilansir BBC, IDF mengklaim setidaknya ada enam paramedis yang tewas terkait dengan Hamas. Namun hingga saat ini belum ada bukti terkait tudingan tersebut.

IDF mengakui bahwa para paramedis itu tidak bersenjata saat tentara melakukan serangan. Namun, seorang pejabat IDF berdalih bahwa sebelumnya tentara telah menembak mobil yang berisi tiga anggota Hamas.

Ketika ambulans datang ke area tersebut, pengawasan udara memberitahu tentara bahwa konvoi tersebut mencurigakan.

Baca juga : Menhub Pastikan Tidak Ada Antrean

IDF mengaku mengubur mayat 15 pekerja tersebut di pasir untuk melindungi mereka dari santapan hewan liar. Mayat-mayat tersebut baru ditemukan seminggu setelah insiden. Sebab, badan internasional, termasuk PBB, tidak dapat mengatur jalur aman ke lokasi atau menemukan titik tersebut.

Ketika tim bantuan menemukan mayat-mayat tersebut, mereka juga menemukan ponsel Refat Radwan yang berisi rekaman kejadian.

Pejabat militer Israel membantah bahwa para paramedis dipasangi borgol sebelum meninggal. IDF juga mengklaim mereka tidak dieksekusi dari jarak dekat, seperti yang diberitakan.

Seorang paramedis yang selamat sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa ambulans memiliki lampu menyala dan menegaskan bahwa rekannya tidak terhubung dengan kelompok militan manapun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.