Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bermain, Belajar hingga Terapi bagi Penyandang Disabilitas di TBI STPL Bekasi
Kamis, 3 April 2025 09:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Taman Baca Inklusi (TBI) di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi hadir sebagai wadah literasi bagi Pemerlu Atensi Sosial (PAS), baik anak-anak dari penerima manfaat (PM), residensial, maupun layanan keluarga yang tidak tinggal di residen atau rusun. Fasilitas ini dirancang ramah anak dan penyandang disabilitas.
“Karena inklusif, kami terbuka untuk semua lapisan masyarakat,” kata penanggung jawab TBI, Ena Rudiah saat ditemui di lokasi, Kamis (3/4/2025).
Ena mengungkapkan, ada berbagai kegiatan yang dilakukan di TBI STPL. Mulai dari belajar membaca, menulis, dan menghitung (calistung), menggambar, mewarnai, hingga melukis sebagai media terapi bagi penyandang disabilitas.
“Di sini juga diberikan terapi dengan seni. Art therapy itu terapi seni melukis yang diajar oleh Pak Andri (salah satu instruktur di TBI STPL),” ujar Ena.
Baca juga : Tebar Kepedulian, Siswa SIP 54 Bantu Penghuni Panti Disabilitas Ganda
Dia menjelaskan, kegiatan belajar di TBI tidak dilakukan secara monoton atau formal, tetapi dilaksanakan secara lebih menarik dan berdasarkan praktik.
Dia mencontohkan, salah satu peserta penyandang disabilitas di TBI bernama Ucok, yang diberikan pembelajaran non-formal terkait materi berhitung.
“Misalnya, Bang Ucok ini diajarkan, karena dia jualan air mineral, air itu harganya per botol Rp 6.000, kalau kita belanja pakai uang Rp 20 ribu, kembaliannya berapa? Itu kan belajar berhitung juga ya,” jelas Ena.
Selain itu, TBI STPL juga telah dilengkapi berbagai buku bacaan, termasuk yang menggunakan huruf braille bagi penyandang disabilitas penglihatan atau tunanetra.
Baca juga : Bukber Bareng Yatim Warnai Peluncuran Buku Pemasaran Di Era Digital Sitta Kusuma
Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan budaya baca di semua kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa, melatih percaya diri, hingga mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Poin pertamanya adalah tambang baca, tapi kita mengembangkan ke berbagai aspek. Jadi taman baca ini berjalan, tapi di dalamnya banyak kegiatan yang juga untuk fungsi rehabilitasi sosial untuk masyarakat atau bagi pemerlu layanan kesehatan, untuk disabilitas, dan untuk anak sekolah,” ungkap Ena.
TBI STPL beroperasi setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Selama berada di ruangan TBI, pihak pengelola menerapkan beberapa aturan, seperti anak-anak tidak boleh menggunakan gawai atau gadget.
Baca juga : Mobil Seres Tertangkap Kamera Sedang Uji Jalan di Indonesia
Hal ini bertujuan agar terjalin interaksi secara langsung antar peserta dan instruktur.
Ena menyebut, berdasarkan data yang dirangkum pihaknya, setiap bulan ada sekitar 200 anak dan remaja yang berkunjung di TBI.
“Kita rekap per bulan, karena di hariannya kita punya buku kunjungan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya