Dark/Light Mode

Perang Dagang AS Vs China Memanas

Xi Jinping Ke Vietnam, Donald Trump Tersakiti

Rabu, 16 April 2025 04:05 WIB
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat tiba di Hanoi, Vietnam. (Foto Viet Nam News)
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat tiba di Hanoi, Vietnam. (Foto Viet Nam News)

 Sebelumnya 
China dan Vietnam diperintah oleh partai komunis. Vietnam telah lama menerapkan pendekatan “diplomasi bambu”. Yakni, berusaha untuk tetap berhubungan baik dengan China dan AS.

Meski menjalin hubungan erat, Vietnam tetap berhati-hati terhadap klaim China di Laut China Selatan. Namun Jinping menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara bisa menyelesaikan perbedaan lewat dialog damai.

“Visi kami sepenuhnya mampu menyelesaikan masalah maritim dengan baik melalui konsultasidan negosiasi,” kata Jinping.

Baca juga : Prabowo: AS-China Teman Baik Kami

Pada 15 April 2025, Presiden Jinping memberikan penghormatan kepada mendiang Pemimpin Revolusioner Vietnam Ho Chi Minh. Dari Vietnam, Jinping melanjutkan kunjungan ke Malaysia dan Kamboja.

Kunjungan ini dianggap penting oleh Beijing untuk memperkuat posisi China di kawasan Asia Tenggara.

Vietnam adalah importir terbesar barang China di Asia Tenggara pada 2024, diikuti Malaysia. Nilai pembelian barang China oleh Vietnam sebesar 161,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.590 triliun). Sementara Malaysia sebesar 101,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.655 triliun).

Baca juga : Perang Dagang Lanjut Ke Layar Lebar, China Pangkas Film Hollywood

Vietnam siap bekerja sama lebih dalam dan berkelanjutan dengan Negeri Tirai Bambu itu. China menilai, hubungan yang erat dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara dinilai penting untuk menyeimbangkan pengaruh ekonomi AS.

Seperti diketahui, Pemerintahan Trump memberlakukan tarif sebesar 46 persen pada barangbarang dari Vietnam. Meski kebijakan tersebut kemudian ditangguhkan untuk sementara. China masih menghadapi tarif besar dari AS. Sebab itu, Beijing mencoba memperkuat hubungan ekonomi regional untuk mengurangi dampaknya.

Jinping menekankan bahwa perang dagang dan proteksionisme tidak menguntungkan siapa pun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.