Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perang Dagang Lanjut Ke Layar Lebar, China Pangkas Film Hollywood
Sabtu, 12 April 2025 07:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China akan mengurangi jumlah film Hollywood yang dirilis di negaranya. Kebijakan Presiden China Xi Jinping ini sebagai respons terhadap tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk produk asal Negeri Panda.
Langkah ini diumumkan Administrasi Film Nasional China dalam sebuah pernyataan, Kamis (10/4/2025).
Negeri Tirai Bambu menegaskan, Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyalah gunakan tarif. Padahal, China merupakan pasar film terbesar kedua di dunia bagi AS.
Dilansir Al-Jazeera, pengumuman itu menyatakan bahwa tarif sebesar 145 persen akan menurunkan minat penonton domestik terhadap film-film AS. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, film domestik China lebih unggul dibanding kan film impor.
Baca juga : KCIC Perpanjang Masa Penjualan Di Momen Libur Lebaran*
“Kami akan mengikuti aturan pasar, menghormati pilihan penonton dan secara moderat mengurangi jumlah film Amerika yang diimpor,” tulis pernyataan tersebut.
Selama ini, China hanya menerima sekitar 10 film Hollywood per tahun. Padahal, dulu menjadi pasar besar bagi industri film AS.
Beberapa film AS, seperti Godzilla x Kong: The New Empire dan A Minecraft Movie, pernah berhasil meraih pendapatan besar di China. Tetapi, tren impor film Hollywood terus menurun sejak 2018. Hal ini dikarenakan meningkatnya ketegangan politik antara Beijing dan Washington.
The Guardian menyatakan, popularitas film lokal di China semakin naik. Contohnya, film animasi Ne Zha 2 yang meraih pendapatan luar biasa sebesar 1,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 28,8 triliun). Film ini menjadi film animasi terlaris sepanjang masa.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Warriors Pecundangi Magic
Belum jelas dampaknya ter hadap filmfilm besar yang akan dirilis tahun ini, seperti film Mission Impossible: The Final Reckoning, film terbaru Superman, Jurassic World Rebirth, Avatar: Fire and Ash dan Fantastic Four versi baru. Padahal, film-film tersebut sempat dirancang khusus agar bisa masuk pasar China.
Presiden Trump tidak terlalu mempermasalahkan keputusan China tersebut. Trump bilang, pernah mendengar hal yang lebih buruk.
Menurut penulis dari AS, Chris Fenton, pesan yang dikirim China kepada industri film AS sulit untuk diabaikan. Sebab, kekuatan budaya China yang menjadi simbolis industri tersebut, sangat kuat.
“Hukuman besarbesaran terhadap Hollywood akan diperhati kan oleh Washington,” kata Fenton kepada kantor berita Reuters.
Baca juga : Perang Dagang AS-China Bisa Untungkan Indonesia, Asalkan Penuhi Syarat Ini
Fenton adalah penulis buku nonfiksi berjudul Feeding the Dragon: Inside the Trillion Dollar Dilemma Facing Hollywood, the NBA and American Business.
Buku Fenton terbit pada tahun 2020. Bukunya membahas secara mendalam hubungan rumit antara AS dan China dalam konteks ekonomi, budaya dan politik. Terutama di sektor hiburan dan bisnis besar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya