Dark/Light Mode

Telepon Putin, Xi Jinping Tegaskan China-Rusia Tetangga Yang Tak Terpisahkan

Senin, 24 Februari 2025 22:50 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Kazan, Rusia, 22 Oktober 2024. (Foto Reuters/Maxim Shemetov)
Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Kazan, Rusia, 22 Oktober 2024. (Foto Reuters/Maxim Shemetov)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang-bincang di telepon, Senin (24/2/2025), pada peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Xi juga menegaskan kembali kemitraan strategis "tanpa batas" antara China dan Rusia, yang telah dideklarasikan beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Kedua pemimpin ini telah bertemu lebih dari 40 kali dalam satu dekade terakhir. Hubungan keduanya digambarkan sangat kuat. Xi menyebut Putin sebagai "sahabat terbaiknya" dan Putin memuji Xi sebagai "mitra yang dapat diandalkan". 

China tetap menjadi mitra politik dan ekonomi utama Rusia, meskipun hubungan ini telah menimbulkan ketegangan dengan Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga : Red Bull Tegaskan Max Verstappen Nggak Bakal Pindah

Selain itu, Putin mengabarkan kepada Xi tentang pertemuan dan kontak terbaru Rusia dengan AS. Xi menyatakan dukungan untuk dialog antara Rusia dan AS serta menegaskan kesiapan China untuk membantu mencari resolusi damai terhadap konflik di Ukraina.

Percakapan antara Xi dan Putin dilakukan saat Presiden AS Donald Trump mendorong kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang di Ukraina. Upaya ini memunculkan dugaan, Washington bakal memanfaatkan situasi tersebut untuk memisahkan hubungan antara Xi dan Putin, sehingga dapat fokus bersaing dengan China, ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Panggilan telepon tersebut tampaknya dimaksudkan untuk menepis dugaan tersebut. Pada momen itu kedua pemimpin menekankan ketahanan dan sifat "jangka panjang" aliansi mereka, dengan dinamika internal yang tidak akan dipengaruhi pihak ketiga mana pun, termasuk AS.

Baca juga : Industri Franchise Hadir Berikan Solusi Bagi yang Minat Berwirausaha

Dengan kata lain, Xi dan Putin ingin menunjukkan bahwa hubungan mereka kuat dan tidak akan terganggu upaya pihak lain yang berusaha memanfaatkan situasi geopolitik untuk kepentingan mereka sendiri.

"Sejarah dan realitas menunjukkan bahwa China dan Rusia adalah tetangga baik yang tidak dapat dipisahkan dan teman sejati yang saling mendukung dalam suka dan duka," Xi dilansir CNN. 

Pernyataan ini menekankan hubungan yang erat dan kokoh antara kedua negara, yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Baca juga : Fraksi PKS Apresiasi Aliansi 9 Negara Awasi Pelanggaran Israel di Palestina

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.