Dark/Light Mode

Peringati 1 Tahun Penyerbuan Israel Ke Gaza

DPR Minta Pemerintah Terus Dukung Palestina

Selasa, 8 Oktober 2024 07:15 WIB
Anggota DPR Sukamta
Anggota DPR Sukamta

RM.id  Rakyat Merdeka - Tepat pada 7 Oktober 2023, Israel melakukan penyerbuan besar-besaran ke Jalur Gaza. Dalam setahun terakhir, operasi militer Israel di kawasan tersebut mengakibatkan lebih dari 41.000 orang Palestina tewas dan lebih dari 96.000 orang terluka

Anggota DPR Sukamta mengajak warga dunia ber­satu menghentikan genosida di Palestina yang dilakukan oleh pasukan zionis Israel.

“Kita tidak bisa hanya diam. PBB harus memimpin upaya diplomatik yang lebih kuat untuk mencapai perdamaian dan mem­berikan perlindungan kepada rakyat Palestina,” katanya di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Dia menyampaikan, konflik tersebut telah menelan banyak korban jiwa, terutama di ka­langan warga sipil serta meng­hancurkan infrastruktur dasar di Gaza yang semakin memper­parah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Setahun telah berlalu tapi penderitaan rakyat Palestina be­lum berakhir. Lebih dari 60.000 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak yang telah menjadi korban kebiadaban yang tak berperikemanusiaan,” sambungnya.

Baca juga : Kinerja Bank Dioptimalkan Agar Jadi Bantalan Ekonomi

Tidak hanya itu, penghan­curan rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus dipertanggungjawabkan.

Sukamta menegaskan, tinda­kan Israel itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang yang layak diinvestigasi oleh Mahkamah Pidana Internasional.

Selain itu, Amnesty Interna­tional dan Human Rights Watch juga telah mengecam keras serangan yang menargetkan warga sipil serta infrastruktur sipil di Gaza.

Pihaknya turut mengapre­siasi peningkatan dukungan global terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Dalam setahun terakhir, kita melihat perubahan sig­nifikan dalam opini dunia. Dukungan untuk kemerdekaan Palestina terus tumbuh, terutama di Eropa, yang kini se­makin menyadari pentingnya penegakan hak asasi manusia di Palestina,” sebutnya.

Baca juga : Kadin Usul Rakyat Dikasih Insentif Fiskal Dan Bansos

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR periode 2019-2024 itu juga mendukung penuh gerakan boikot terhadap Israel. Langkah ini menjadi bentuk solidaritas internasional untuk melawan tindakan keji Israel.

Sukamta juga mendesak Pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif untuk menyelesaikan krisis itu.

Sementara, Juru Bicara Ke­menterian Luar Negeri Roy Soemirat menyatakan, Pemerin­tah Indonesia terus mendukung seruan internasional yang menginstruksikan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza, Palestina.

“Kita akan terus melakukan desakan dan mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk mengingatkan bahwa akar permasalahannya adalah penyelesaian isu Palestina,” katanya dalam keterangan persnya, Minggu (6/10/2024).

Roy menambahkan, Men­teri Luar Negeri Retno Mar­sudi pada Sidang Majelis Umum PBB ke-79, Sabtu (28/9/2024), menyatakan bahwa Libanon menjadi Gaza baru bagi Israel. Karena itu, Indonesia akan terus mendorong seluruh pihak dan komunitas internasional untuk terus mendesak Israel menghen­tikan tindakan kekerasan.

Baca juga : APBD Fokus Atasi Macet, Banjir Dan Pengangguran

Pemerintah juga terus mengupayakan agar negara-negara yang belum mengakui Pales­tina agar segera memberikan pengakuan terhadap Palestina.

“Kita yakin pengakuan negara Palestina saat ini akan memberi­kan pengaruh besar terhadap dinamika di kawasan, khususnya terkait penyelesaian konflik di Palestina,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.