Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Apes, seorang pria di Australia Barat dua kali jadi korban salah tangkap. Dia sempat dipenjara karena petugas salah mengeja namanya.
Dilansir The New York Post, Selasa (13/5/2025), kasus ini terjadi Januari 2023. Nama asli pria tersebut Marc Smith. Tetapi oleh petugas layanan darurat ditulis jadi Mark Smith, yang ternyata nama orang lain yang sedang buron.
Kejadiannya bermula saat ada laporan soal pencurian kapal. Smith juga sempat menelepon polisi karena merasa diancam sama pemilik kapal.
Baca juga : Apes, Mahesa Jenar Jadi Tim Pertama Terusir Dari BRI Liga 1
Tapi sayang, waktu polisi datang, mereka tidak mengecek detail atau identitas Smith dengan benar. Dia membawa kartu transportasi umum (sejenis kartu bus) yang ternyata bukan atas namanya, dan langsung ditangkap karena dikira sang buron.
Polisi tidak memverifikasi identitas atau sidik jarinya dengan benar, meski sidik jarinya tidak cocok dengan data pelaku yang dicari. Karena itu, dia ditahan semalam. Keesokan harinya, hakim baru menyadari kesalahan tersebut dan membebaskannya.
Tiga bulan kemudian, pria itu kembali ditangkap di kantor polisi yang sama karena kesalahan yang sama. Setelah mengingatkan bahwa ini adalah penangkapan salah yang kedua, Smith akhirnya dibebaskan.
Baca juga : Usut Kasus Judi Online, Polri Sita Uang Rp 530 M
Kasus ini kembali diangkat tahun 2025 oleh Komisi Korupsi dan Kejahatan Australia Barat (The Western Australian Corruption and Crime Commission/WA CCC). Tujuannya untuk mengevaluasi kinerja kepolisian Australia Barat.
WA CCC mengecam penyelidikan polisi yang dianggap tidak memadai. Lembaga itu menyebut kesalahan ini seharusnya bisa dicegah.
“Masalah ini dapat dihindari jika petugas melakukan pemeriksaan dasar atas informasi yang (pria itu) berikan. Kegagalan mengikuti prosedur dasar ini mengkhawatirkan,” tulis pernyataan WA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya