Dark/Light Mode

Suhu Di Siang Hari Sangat Terik 

Jemaah Haji Pilih Ke Ka’bah Malam Hari

Sabtu, 24 Mei 2025 08:15 WIB
Padat: Suasana di Masjidil Haram pada malam hari yang dipenuhi jemaah haji. (Foto: MCH 2025)
Padat: Suasana di Masjidil Haram pada malam hari yang dipenuhi jemaah haji. (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagian jemaah haji Indonesia memilih ke Masjidil Haram di malam hari. Alasannya, suasana malam lebih sejuk. Sedangkan di siang hari, Kota Makkah panas terik.

Semakin mendekati puncak haji, suhu di Makkah terus naik. Berdasarkan data www.weather.com, suhu Kota Makkah pada pukul 14.00 waktu Arab Saudi, mencapai 43 derajat celcius. Sedangkan di pukul 19.00, suhunya turun menjadi 36 derajat. Suhu semakin rendah menjadi 32 derajat pada pukul 23.00. 

Dengan alasan ini, sebagian jemaah haji Indonesia, memilih ke Masjidil Haram pada malam hari. Baik untuk umrah maupun untuk menjalankan salat wajib.

Jemaah yang baru tiba di Makkah di siang hari, baik yang dari Jeddah maupun Madinah, mereka tidak langsung menjalankan umrah wajib. Mereka memilih beristirahat dulu di hotel sampai sore hari. Malamnya, rombongan baru keluar untuk umrah. Sedangkan jemaah yang tiba di Makkah pada sore atau malam, mereka hanya sejenak di hotel, sebatas untuk beres-beres barang. Setelahnya, langsung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah.

Baca juga : Per April 2025, Ekonomi Membaik Realisasi APBN Surplus Rp 4,3 T

Begitu juga dengan jemaah yang melaksanakan salat wajib. Di siang hari memang ada juga jemaah haji Indonesia yang ke Masjidil Haram. Namun, di malam hari lebih banyak. Suasana Masjidil Haram pun lebih padat saat malam tiba. 

Hal ini diakui Ketua Kloter 32 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-32) Jaju Nurohidin. Dia menuturkan, banyak jemaah haji yang berusia muda di kloternya memilih untuk datang ke Masjidil Haram pada malam hari. Hal itu dilakukan agar lebih teduh dibandingkan siang hari. “Intinya, yang cuacanya adem," ujar Jaju, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (23/5/2025).

Dengan suhu panas di Makkah, Jaju pun mengimbau kepada jemaahnya, terutama lansia, untuk tetap menjaga kesehatan. Jangan terlalu memforsir diri, yang bisa menyebabkan badan drop.

Hal yang sama disampaikan Luki (38 tahun), jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-1). Luki sudah berada di Makkah selama sepekan lebih. Saat ingin melakukan umrah sunah, rombongannya memilih waktu ke dini hari untuk ke Masjidil Haram.

Baca juga : Sindir Gaya Mewah Hidup Hakim, Ketua MA: Jangan Jadi Setan Semua

"Biasanya kami dini hari atau menjelang subuh," ujarnya.

Menurut dia, umrah saat malam hari lebih nyaman dan fresh. "Kalau dimulai dini hari dan kita lakukan seluruh rangkaian umrah, pukul 8 (pagi) sudah selesai. Tinggal pulang ke penginapan, sarapan langsung istirahat," jelasnya.

Kementerian Agama (Kemenag) pun terus mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Hal itu demi kesehatan jemaah, agar tetap fit saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) nanti.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Akhmad Fauzin menerangkan, suhu di Makkah diperkirakan terus meningkat mencapai 45 hingga 50 derajat celcius saat puncak haji. Dia pun menyarankan jemaah melaksanakan salat fardu di masjid hotel jika dirasa tubuh tidak cukup kuat untuk ke Masjidil Haram.

Baca juga : Jokowi Minta Proses Hukum Tetap Lanjut

“Yang penting ibadah tetap jalan dan fisik tetap bugar,” imbuhnya. [NNM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.