Dark/Light Mode

Nurul Izzah Jadi Wakil Ketua PKR, Anwar Ibrahim Bantah Nepotisme

Sabtu, 24 Mei 2025 19:54 WIB
Nurul Izzah Anwar dan ibunya, Wan Azizah, dua politisi perempuan Malaysia yang berada di belakang Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto IG@n_izzahanwar)
Nurul Izzah Anwar dan ibunya, Wan Azizah, dua politisi perempuan Malaysia yang berada di belakang Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto IG@n_izzahanwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menolak tegas tuduhan nepotisme terkait terpilihnya putrinya Nurul Izzah Anwar, sebagai wakil ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR). Ia menegaskan bahwa posisi tersebut diraih anaknya berkat kemampuan dan prestasi pribadi, bukan karena hubungan keluarga.

Nurul Izzah, yang juga dikenal sebagai putri reformasi, mengalahkan petahana sekaligus Menteri Ekonomi Rafizi Ramli dalam pemilihan internal partai, dengan perolehan 9.803 suara melawan 3.866 suara.

Dalam pidato perdananya sebagai wakil ketua PKR, Nurul Izzah menekankan pentingnya merangkul semua elemen partai, termasuk mereka yang kalah dalam pemilihan.

“Politik adalah permainan zero-sum. Kita harus memastikan semua anggota merasa dilibatkan. Kemenangan tidak berarti yang kalah ditinggalkan,” ujar Nurul Izzah.

Baca juga : TPBIS Jadi Wahana Tunjukkan Kreativitas dan Martabat Bangsa

Dalam pidato penutupan Kongres PKR pada Sabtu (24/5/2025), Anwar Ibrahim turut menanggapi kritik publik terhadap dugaan favoritisme dalam partai, termasuk saat dirinya menunjuk sang istri, Wan Azizah Wan Ismail, sebagai ketua PKR pada awal pendirian partai pada 1999.

 “Dahulu saya di penjara, partai belum memiliki struktur formal. Maka saya pilih Wan Azizah karena keadaan. Namun Nurul Izzah dipilih oleh Anda semua,” tegas Anwar Ibrahim kepada para kader.

Anwar Ibrahim menambahkan bahwa tidak ada jaminan masa depan siapa pun dalam PKR, dan semua kader akan dinilai berdasarkan kinerja dan kontribusi nyata.

Rekam Jejak Nurul Izzah Nurul Izzah merupakan anggota parlemen tiga periode yang dikenal luas dalam panggung politik Malaysia. Namanya mencuat sejak era gerakan reformasi, menyusul penahanan Anwar Ibrahim.

Baca juga : Prabowo Kunjungi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Tarif Resiprokal Trump

Dalam dua dekade terakhir, dia membangun identitas politiknya sendiri, khususnya melalui advokasi keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kelompok berpendapatan rendah.

Dia juga aktif memimpin lembaga pemikir Social Economic Research Initiatives (SERI) dan organisasi baru Polity. Meski demikian, pencalonan dan kemenangannya kembali memicu diskusi publik tentang kemungkinan pengaruh politik dinasti dalam PKR.

Sebelumnya, pada Januari 2023, Anwar Ibrahim sempat menunjuk Nurul Izzah sebagai penasihat senior bidang ekonomi dan keuangan. Namun posisi itu kemudian dibatalkan setelah mendapat kritik publik yang menuding adanya unsur nepotisme.

Nurul Izzah dengan tegas menyatakan bahwa kemenangannya dalam PKR diperoleh secara demokratis. Ia mengingatkan bahwa partai bisa kehilangan sepertiga pemilihnya dalam pemilu nasional jika gagal merangkul kelompok yang kecewa akibat hasil pemilihan internal.

Baca juga : Harga Pangan Meroket, Ketua DPR Minta Pemerintah Cepat Bertindak

“Tanpa anggota-anggota ini, pada pemungutan suara berikutnya, suara kita bisa turun sepertiga,” ujarnya.

Nurul Izzah juga menyebut pemilihan internal kali ini sebagai kontes paling panas dan berkomitmen untuk menyatukan barisan serta membangun solidaritas akar rumput sebagai fondasi kekuatan partai menuju pemilihan umum mendatang.

Anak tertua Anwar Ibrahim itu menekankan, keluarganya telah menghadapi tudingan nepotisme sejak ayahnya memulai gerakan reformasi pada tahun 1998.

"Terlepas dari persepsi yang dilemparkan kepada saya selama puluhan tahun, saya akan terus mengabdi, insya Allah, karena saya yakin bahwa proses kontestasi secara terbuka dan kemudian mendapatkan mandat dari akar rumput bukanlah bentuk nepotisme," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.