Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kampus Jepang Kekurangan Mahasiswa, Dubes Masaki Ingin Gaet Banyak Mahasiswa RI
Sabtu, 7 Juni 2025 08:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi berharap ada lebih banyak mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Jepang. Sebab, kampus-kampus di Jepang kekurangan Mahasiswa.
"Saya berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang dan lebih banyak mahasiswa Jepang," kata Masaki saat jumpa pers di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Diplomat senior itu mengatakan, Jepang memiliki sistem pendidikan tinggi yang kuat dan biaya hidup yang relatif lebih. Namun, jumlah pelajar Indonesia yang menempuh studi di Jepang belum mengalami peningkatan signifikan.
Dubes Masaki bercerita, dia sering berkeliling ke kampus-kampus Indonesia untuk memberikan kuliah umum. Banyak dari pelajar atau mahasiswa Indonesia yang mengaku ingin pergi ke Jepang.
Baca juga : Ahmad Muzani: Perempuan Jadi Kekuatan Strategis Untuk Masa Depan Indonesia
Menurutnya, salah satu kendala utamanya adalah kurangnya informasi untuk studi di Negeri Sakura. Baik itu mengenai jalur beasiswa, prosedur pendaftaran, serta manfaat jangka panjang dari studi di Jepang.
"Saya berdiskusi dengan para mahasiswa, mereka tertarik untuk kuliah di Jepang, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya dan berapa biayanya," kata Masaki.
"Jadi saya pikir kita bisa membantu mendorong mereka untuk kuliah di universitas-universitas Jepang, karena biayanya tidak terlalu mahal," lanjutnya.
Saat ini, mahasiswa Indonesia cenderung memilih negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, China, Taiwan, dan Singapura sebagai destinasi pendidikan tinggi. Dubes Masaki mengakui daya tarik negara-negara tersebut, namun tetap optimis Jepang memiliki banyak keunggulan yang layak dipertimbangkan.
Baca juga : Di Depan Pelaku Migas Dunia, Prabowo: RI Tak Ingin Lagi Bergantung Impor Energi
Jepang memiliki kesamaan budaya dengan Indonesia, serta makanan pokok yang mirip, seperti nasi. Jarak geografis Jepang juga dekat dengan Indonesia.
"Universitas Jepang perlu mahasiswa untuk bertahan. Jadi, ini adalah kepentingan bersama untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang," katanya.
Beberapa universitas seperti Universitas Hiroshima, Tokyo, Nagoya, dan Tohoku telah lama menerima mahasiswa Indonesia. Namun, jumlahnya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data dari Kedubes Jepang, jumlah orang Indonesia yang belajar di Jepang di tahun 2022 mencapai 1.024 orang naik menjadi 4.892 orang pada tahun 2023. Sementara pada tahun 2024 kembali naik menjadi 5.397 orang.
Baca juga : Jemaah Haji Kloter 1 Tiba dengan Bahagia, Layanan Fast Track Madinah Lancar
"Saya sampaikan, mengenai jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang dalam beberapa tahun terakhir meningkat 1,8 kali lipat. Tapi saya rasa kita punya potensi untuk lebih banyak lagi," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan, pada Juli 2025 mendatang akan digelar Konferensi Rektor Indonesia-Jepang di Makassar. Acara ini akan diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Konferensi ini akan dihadiri Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto yang juga merupakan alumnus universitas di Jepang.
Akan ada lebih dari 20 universitas Jepang yang berpartisipasi pada acara ini. Acara ini menjadi momentum penting untuk menjajaki kerja sama di bidang pertukaran pelajar, riset kolaboratif, dan pengembangan program akademik antar universitas.
Dubes Masaki Jepang sangat berharap lebih banyak universitas Indonesia turut berpartisipasi dan menjalin kemitraan jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya