Dark/Light Mode

Los Angeles Terapkan Jam Malam, Trump Terjunkan 700 Personel Korps Marinir

Rabu, 11 Juni 2025 12:15 WIB
Anggota Garda Nasional California dan pasukan keamanan lainnya membersihkan jalan di dekat Gedung Federal Edward R Roybal, setelah berhari-hari aksi protes penangkapan puluhan orang oleh badan imigrasi federal AS,  di Los Angeles, California, 10 Juni 2025. (Foto Reuters/Mike Blake)
Anggota Garda Nasional California dan pasukan keamanan lainnya membersihkan jalan di dekat Gedung Federal Edward R Roybal, setelah berhari-hari aksi protes penangkapan puluhan orang oleh badan imigrasi federal AS, di Los Angeles, California, 10 Juni 2025. (Foto Reuters/Mike Blake)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekitar 700 personel Korps Marinir Amerika Serikat (AS) tiba di Los Angeles, California, Selasa (10 Juni) di bawah perintah Presiden AS Donald Trump. Menyusul Wali Kota Kota Los Angeles Karen Bass mengumumkan jam malam di beberapa bagian kawasan.

Trump juga telah mengaktifkan 4.000 pasukan Garda Nasional untuk memadamkan protes-protes di kota tersebut meskipun ada keberatan dari Gubernur California Gavin Newsom.

Baca juga : Kejagung Telusuri Kaitan iPad dan Macbook Tom Lembong dengan Kasus Korupsinya

Menurut Newsom, pengerahan pasukan tersebut tidak perlu, ilegal, dan bermotif politik. Senada dengan Newsom, dua senator California, Adam Schiff dan Alex Padilla, dalam pernyataan bersama mengatakan, personel militer yang bertugas aktif hanya boleh dimobilisasi di dalam negeri "dalam situasi yang paling ekstrem, dan ini bukan situasi yang ekstrem".

Trump, yang menerapkan kebijakan keras terhadap imigrasi, membela keputusannya di hadapan prajurit AS, di pangkalan Angkatan Darat di Fort Bragg, North Carolina.

Baca juga : Ipemi Sabet Penghargaan Pembina UMKM Halal, Ingrid Ajak Perusahaan Kolaborasi

"Generasi pahlawan Angkatan Darat tidak menumpahkan darah mereka di pantai yang jauh hanya untuk menyaksikan negara kita dihancurkan oleh invasi dan pelanggaran hukum di dunia ketiga," ucap pebisnis real estate itu.

"Apa yang Anda saksikan di California adalah serangan besar-besaran terhadap perdamaian, ketertiban umum, dan kedaulatan nasional," tegas Presiden ke-47 AS itu.

Baca juga : Polres Jakpus Terjunkan 1.146 Personel Kawal Konferensi Parlemen OKI Di Gedung DPR

Jam malam diberlakukan di Los Angeles, saat unjuk rasa memprotes kebijakan imigrasi Trump, yang diwarnai kerusuhan, terus melanda kota tersebut. Aksi penjarahan dan vandalisme terjadi di Los Angeles yang merupakan kota terbesar kedua di AS itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.