Dark/Light Mode

Soroti Perang Israel Vs Iran, Prabowo: Kita Cari Jalan Damai

Minggu, 22 Juni 2025 08:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (20/6/2025). (Foto: Biro Pers)
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (20/6/2025). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov menilai, Presiden Prabowo mampu menunjukkan gaya kepemimpinan yang menjadi teladan dunia.

“Kami berharap Prabowo Subianto, sebagai Presiden Indonesia, mampu menunjukkan gaya kepemimpinan yang bermartabat sebagaimana ia gambarkan dalam bukunya,” ujar Alexander, dalam tulisan berjudul Sekolah Kepemimpinan Prabowo Subianto, di Rakyat Merdeka (18/06/2025).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan perundingan untuk menyelesaikan konflik Israel dan Iran.

“Dunia berada di jalur menuju potensi kekacauan jika konflik ini meluas. Mari bertindak secara bertanggung jawab dan bersama-sama menarik kawasan ini, dan dunia kita, dari jurang kehancuran. Jangan sampai kita menyesali momen kritis ini di kemudian hari,” kata Guterres kepada Dewan Keamanan PBB, Jumat (20/6/2025), dalam pertemuan darurat yang diminta Iran.

Baca juga : Ultah Ke-64, Jokowi Didoain Ribuan Orang

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Muhammad Husein Fadlulloh menyebut, berkat Presiden Prabowo, Indonesia kini memegang peran penting dalam menjaga perdamaian dan kestabilan dunia.

“Keikutsertaan Presiden Prabowo Subianto dalam memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi bukti bahwa Indonesia dipandang sebagai negara dengan posisi strategis dan peran sentral di kawasan Asia-Pasifik,” kata Husein saat dihubungi, Sabtu (21/6/2025).

Menurut Husein, Indonesia dan Rusia merupakan negara yang memiliki sejarah panjang dalam hubungan bilateral. Keduanya mengusung prinsip perdamaian dunia, tanpa pemenang ataupun pecundang. Prinsip kolaborasi dan saling menghormati demi kepentingan nasional masing-masing negara jadi dasarnya.

“Semua berkolaborasi dan saling menghormati, mencari jalan damai untuk kepentingan nasional masing-masing negara,” ungkap Husein.

Baca juga : Diangkut Bus 16 Jam, Istirahat Di Azerbaijan

Perang Israel-Iran Makin Panas

Perang semakin panas setelah sepekan lebih sejak pertama Israel meluncurkan aksi militer besar-besaran, Jumat (13/6/2025) dini hari. Hingga kini, intensitas konflik belum menurun. Kedua negara saling meluncurkan drone, pesawat tempur, dan rudal ke targetnya masing-masing. Sejumlah kota hancur, bangunan runtuh, mobil terbakar, dan ratusan tewas serta luka-luka.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, lebih dari 220 orang tewas. Sementara Israel mengklaim, serangan Iran telah menewaskan 24 orang.

Serangan Israel telah membunuh komando senior, merusak fasilitas nuklir penting, membuka jalur udara menuju Teheran, serta menghancurkan hampir setengah peluncur rudal milik Iran. Sementara serangan 470 rudal balistik dan sekitar 1.000 drone Iran berhasil merusak infrastruktur penting seperti universitas, rumah sakit, dan kilang minyak.

Baca juga : Swasembada Pangan Sukses, Presiden Optimistis Ekonomi Tumbuh 7 Persen

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan, agresi militer ini akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Dia menepis kabar bahwa militer Israel akan kekurangan rudal untuk intersepsi. Bahkan, menurut IDF, penggunaan senjata selama konflik ini, baru sedikit.

“Warga Israel harus bersiap untuk konflik berkepanjangan melawan Iran,” ujar Zamir dalam pernyataan video dikutip dari Al Jazeera, kemarin.

Sementara dilansir CBS News, Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan bergabung dengan Israel untuk menyasar lokasi nuklir Iran. Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu telah bicara melalui telepon Selasa (17/6/2025) setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional AS. “Saya mungkin melakukannya, saya mungkin tidak melakukannya,” kata Trump.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, bangsa Iran tidak akan pernah menyerah. “Amerika harus tahu bahwa intervensi militer apa pun niscaya akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” katanya. [UMM/FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.