Dark/Light Mode

Penerjun Wingsuit Tewas Usai Terjun Dari Gunung

Rabu, 25 Juni 2025 07:05 WIB
Liam Byrne terbang mengenakan wingsuit. (Foto Byrne Family via BBC)
Liam Byrne terbang mengenakan wingsuit. (Foto Byrne Family via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penerjun wingsuit asal Skotlandia, Liam Byrne (24) tewas saat mencoba terjun dari ketinggian 2.400 meter Gunung Gitschen di pegunungan Alpen Swiss, Sabtu (21/6/2025).

Peristiwa ini menjadi sorotan karena Byrne dikenal lewat dokumenter BBC The Boy Who Can Fly. Wingsuit merupakan jenis terjun payung yang melibatkan penggunaan pakaian khusus untuk memungkinkan adanya daya angkat di udara sehingga seseorang bisa terbang.

Byrne telah menyelesaikan lebih dari 4.000 lompatan selama 10 tahun kariernya. Setelah kecelakaan tragis itu, komunitas wingsuit dan olahraga ekstrem di seluruh dunia berduka.

Baca juga : JIEP Komit Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Kawasan Industri Pulogadung

Banyak yangmengenang Byrne bukan hanya sebagai atlet berbakat, tetapi sebagai sosok yanghidup penuh semangat yang membara dan keberanian yang menginspirasi.

Orangtuanya, Mike dan Gillian menyampaikan pernyataan penuh cinta soal putra mereka.

“Liam adalah sosok yang tak membiarkan rasa takut menahannya. Dia mengejar hidup dengan cara yang hanya bisa kita impikan. Skydiving dan base jumping bukan sekadar adrenalin baginya, itu adalah kebebasan. Di sanalah dia merasa paling hidup,” tuturnya.

Baca juga : Hentikan Perang Israel-Iran, Trump-Jinping Turun Gunung

Pada hari itu, 21Juni 2025, Byrne melompat bersama dua rekannya dari Gunung Gitschen di ketinggian sekitar 2.400 meter. Namun, tak lama setelah lepas landas, dia menyimpang dari jalur yang direncanakan dan menabrak tebing di ketinggian 2.100 meter. Polisi menyatakan, penyebab penyimpangan itu masih dalam penyelidikan.

Dokumenter BBC The Boy Who Can Fly yang tayang padaNovember 2024, kini menjadi warisan visual tentang semangat Byrne. Dalam salahsatu adegannya, dia berkata,“ Pekerjaan kantor jauh lebih menakutkan bagiku dari pada risiko mati karena wingsuit."

Byrne merupakan pecinta olahraga ekstrem sejak remaja. Di usia 12 tahun, dia ikut orang tuanya mendaki Gunung Kilimanjaro, Tanzania. Setelah itu, dia menjalani beberapa petualangan ekstrem lainnya.

Baca juga : Ini Pesan Patrick Kluivert Usai Timnas Dihajar Jepang

Byrne melakukan terjun payung pertamanya pada usia16 tahun. Dan, mengenakanw ingsuit pertamanya pada usia 18 tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.