Dark/Light Mode

Dibagikan Langsung Di Hotel

Jemaah Haji Sudah Terima Kartu Nusuk

Minggu, 4 Mei 2025 08:05 WIB
Petugas syarikah (Perusahaan Pelayanan Haji) membagikan Kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia lalu memfotonya di Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025). (Foto: Dok. MCH2025)
Petugas syarikah (Perusahaan Pelayanan Haji) membagikan Kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia lalu memfotonya di Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025). (Foto: Dok. MCH2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai menjejakkan kaki di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia kloter pertama langsung diberikan Kartu Nusuk. Kartu tersebut diberikan langsung saat jemaah sudah berada di hotel. Dengan kartu itu, para jemaah bebas keluar masuk Makkah dan Madinah, serta akses saat puncak ibadah haji di Arafah.

Kartu Nusuk mulai diberlakukan pada musim haji 2024. Kartu Nusuk merupakan kartu identitas digital resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui aplikasi Nusuk.

Kartu ini penting bagi jamaah haji dan umrah karena berfungsi sebagai izin dan bukti resmi bahwa seseorang terdaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Tanpa kartu ini, jemaah akan ditolak masuk Saudi. Terdapat dua versi Kartu Nusuk haji, yakni pertama yang wajib dipakai oleh jemaah dengan cara dikalungkan ke leher. Versi kedua adalah yang telah berbentuk digital dilengkapi kode batang (barcode) dan kode respon cepat (QR Code).

Kartu ini bisa diakses melalui aplikasi Nusuk yang dikembangkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengatur perizinan dan layanan ibadah haji dan umrah secara digital. Fungsi kartu ini untuk verifikasi jemaah resmi, akses layanan di Tanah Suci, mencegah jamaah ilegal, dan mempermudah layanan.

Tanpa kartu Nusuk, seseorang tidak bisa mengikuti ibadah haji secara resmi. Pemerintah Arab Saudi melarang keras jamaah ilegal yang mencoba berhaji tanpa visa dan kartu nusuk.

Baca juga : Golkan RUU Perampasan Aset, Yusril Tunggu Kesiapan DPR

Kartu Nusuk Haji menjadi identitas digital penting yang wajib dimiliki oleh semua jamaah haji resmi. Fungsi utamanya adalah untuk memverifikasi legalitas, mengakses layanan selama manasik, dan memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan tertib dan aman. Semua prosesnya terintegrasi dalam aplikasi Nusuk yang wajib diinstal oleh jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tidak ada yang beda soal bentuk dan fungsi. Kartu Nusuk ini berbahan PVC berwarna putih dengan aksen cokelat. Kartu ini memiliki ukuran lebih panjang dari KTP biasa. Di dalamnya tercetak nama, foto, nomor visa, jenis visa, barcode, QR code, hingga nama hotel dan nomor kamar. Bila jemaah tersesat, cukup tunjukkan kartu ini ke petugas Saudi. Maka sistem digital akan langsung menampilkan informasi lokasi tinggalnya.

Pada hari pertama kedatangan jemaah haji ke Tanah Suci, Jumat (2/5/2025), Kartu Nusuk sudah didistrubusikan ke jemaah. Dibandingkan tahun lalu, pada musim haji 2025 Kartu Nusuk diserahkan langsung oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) kepada jemaah di hotel masing-masing, setelah mereka tiba dari bandara.

Distribusi pertama Kartu Nusuk dilakukan di Hotel Abrajtabah, Jalan Abu Bakar As Siddiq, Madinah pada Jumat (2/5/2025) pukul 20.00 waktu Arab Saudi atau Sabtu (3/5/2025) dini hari waktu Jakarta. Sebagai kloter yang pertama kali tiba di Madinah, Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 1 yang pertama menerima Kartu Nusuk ini.

Proses pembagiannya cukup simpel. Petugas dari syarikah memanggil jemaah dibantu oleh Petugas Haji Indonesia. Nama yang dipanggil lantas maju ke depan dan langsung dikalungkan Kartu Nusuk. Setelah dipakai, petugas dari syarikah memfoto jemaah tersebut.

Baca juga : Rakyat Adalah Raja, Pejabat Cuma Pion

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad menjelaskan, terdapat perbedaan cara membagikan Kartu Nusuk di tahun ini dibanding 2024. Sebelumnya, Kartu Nusuk dibagikan kolektif oleh petugas haji Indonesia. Sedangkan tahun ini, Kartu Nusuk langsung dibagikan oleh syarikah di hotel tempat jemaah menginap.

“Setelah sampai di hotel, kartu langsung dibagikan oleh syarikah. Jemaah dipotret saat menerima kartu, sebagai dokumentasi,” jelasnya di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kamis (1/5/2025).

Selain sebagai identitas dan akses layanan, kartu ini juga berfungsi untuk pengendalian jemaah ilegal. “Siapa yang tidak punya kartu, tidak bisa ikut masuk ke lokasi-lokasi utama ibadah,” tegasnya,

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Muhammad Luthfi Makki menegaskan Kartu Nusuk harus segera diterima dan diinput maksimal dalam waktu 1x24 jam sejak jemaah tiba di Arab Saudi. Dia menyebutkan, kartu ini wajib dibawa. “Jangan sampai hilang,” ujar Makki.

Untuk proses distribusi, lanjut Makki, akan terus dilakukan bertahap sesuai jemaah yang datang sampai nanti berada di Madinah. Sedangkan bagi jemaah yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Kartu Nusuk akan dibagikan setelah jemaah berada di Makkah.

Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Butuh Anggaran Besar Jika Moratorium Dicabut

“Nanti yang memberikan itu syarikah semua,” jelas Makki di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (3/5/2025). [NNM]

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka 
Nana Maulana dari Tanah Suci.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.