Dark/Light Mode

AS Bakal Kirim Bantuan Senjata Ke Ukraina

Trump Frustrasi Sama Putin

Kamis, 10 Juli 2025 04:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto AP News)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto AP News)

 Sebelumnya 
Dalam pembicaraan terakhirnya pada 3 Juli 2025, Putin berbicara dengan Trump selama 1 jam. Putin kembali menegaskan posisi negaranya, bahwa Rusia akan tetap berpegang pada ambisinya di Ukraina.

Moskow terus menekankan bahwa mereka hanya akan menghentikan invasi jika akar konflik diselesaikan.

Baca juga : Pelarangan Truk ODOL Butuh Solusi Komprehensif

Kremlin sangat menolak keinginan Ukraina bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Rusia juga tidak senang dengan pengaruh politik Barat di wilayah tersebut.

“Kami terus mengupayakan solusi politik dan negosiasi untuk konflik ini. Presiden kami juga mengatakan bahwa Rusia akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Juru Bicara Kremlin Yuri Ushakov.

Baca juga : Israel Dan Iran Sulit Didamaikan

Setelah itu, serangan drone Rusia yang masif menghantam Ibu Kota Ukraina, Kiev. Ukraina mencatat 539 drone Shahed dan 11 rudal balistik digunakan dalam serangan ini. Satu orang tewas dalam serangan itu.

Serangan besar-besaran Rusia ke Kiev yang terjadi pasca percakapan telepon terakhir Trump-Putin menegaskan bahwa upaya diplomatik belum cukup menghentikan agresi militer. AS kini menghadapi dilema antara pendekatan sanksi ekonomi, tekanan dtekanan diplomatik dan dukungan militer terbuka untuk Ukraina. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.