Dark/Light Mode

AS Bakal Kirim Bantuan Senjata Ke Ukraina

Trump Frustrasi Sama Putin

Kamis, 10 Juli 2025 04:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto AP News)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto AP News)

 Sebelumnya 
Salah satu isi RUU adalah pajak 500 persen terhadap barang ekspor utama Rusia, termasuk minyak, gas alam, uranium dan komoditas strategis lain.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut pengumuman pengiriman senjata AS dengan antusias. Dia menekankan pentingnya sistem pertahanan udara untuk melindungi nyawa warga sipil.

Baca juga : Pelarangan Truk ODOL Butuh Solusi Komprehensif

Menurut data resmi per 4 Februari 2025, sebanyak 45.100 tentara Ukraina telah tewas. Namun, sumber intelijen AS memperkirakan angka kematian sebenarnya berkisar antara 60.000 hingga 100.000 personel.

Dia mengatakan, Ukraina sedang memperkuat komunikasi dengan AS agar pengiriman senjata bisa dipercepat. Terutama sistem pertahanan udara. Sebelumnya, AS sempat menghentikan sebagian pengiriman senjata penting ke Ukraina.

Baca juga : Israel Dan Iran Sulit Didamaikan

“Senjata-senjata itu sangat penting. Ini soal menyelamatkan nyawa dan melindungi kota serta desa kami,” kata Zelensky.

Terhitung sudah empat kali Trump berbicara dengan Putin lewat telepon membahas perang Rusia-Ukraina. Antara lain pada tanggal 12 Februari, 18 Maret, 19 Mei dan 3 Juli 2025. Keduanya belum pernah bertemu langsung sejak Trump kembali menjabat di Gedung Putih.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.