Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Serukan Gencatan Senjata
Israel Dan Iran Sulit Didamaikan
Rabu, 25 Juni 2025 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan Israel dan Iran melakukan gencatan senjata. Namun, kedua negara masih saling ngebom. Perang Israel vs Iran sepertinya sulit didamaikan.
Pengumuman gencatan senjata Israel vs Iran disampaikan Trump lewat akun Truth Social miliknya, pada Senin (23/6/2025) malam. Trump mengatakan, gencatan senjata dilakukan secara bertahap.
“Telah disepakati sepenuhnya antara Israel dan Iran bahwa akan ada gencatan senjata penuh dan total setelah Israel dan Iran menyelesaikan misi akhir mereka yang sedang berlangsung! Dan setelah itu perang akan dianggap selesai,” tulis Trump.
Menurut Trump, gencatan senjata ini akan diberlakukan secara bertahap dalam 24 jam ke depan. Skemanya, Iran akan memulai gencatan senjata terlebih dahulu, kemudian Israel.
Baca juga : Deddy Sitorus: Menurut Saya Sih, Itu Namanya Pemborosan
Beberapa jam kemudian, Trump kembali mengunggah pernyataan bahwa kedua negara telah berkomunikasi dengannya dan siap menjalin perdamaian. Dia meyakini, jika gencatan senjata dipatuhi, masa depan Iran dan Israel akan penuh harapan dan kemakmuran. Sebaliknya, kedua negara bakal merugi jika tak segera berdamai.
Meskipun awalnya Iran membantah menyetujui melakukan gencatan senjata, akhirnya Negeri Para Mullah itu mau melakukannya. “Ini keputusan nasional untuk memaksakan penghentian perang terhadap musuh Zionis dan para pendukungnya yang keji,” bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran dilansir Al Jazeera, Selasa (24/6/2025).
Meski gencatan senjata telah disepakati, Iran menyatakan tetap tidak sepenuhnya mempercayai itikad baik Israel. Mereka juga menyatakan kesiapan penuh untuk merespons jika ada pelanggaran baru.
Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi, Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran karena telah berhasil menghancurkan nuklir Iran. Meski begitu, dia juga menegaskan, Israel siap merespons keras bila ada pelanggaran dari pihak Iran.
Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Yang Bilang Pemborosan Tidak Tahu Masalahnya
Sebelum gencatan senjata berlaku, kedua negara masih saling ngebom. Bahkan, serangan Israel menewaskan seorang ilmuan nuklir Iran, Mohammad Reza Seddighi Saber saat berada di rumah orang tuanya, di area Astaneh-ye Ashrafiyah, Iran.
Iran pun membalasnya dengan mengirimkan rudal ke sejumlah kota di Israel. Sedikitnya empat orang tewas dalam serangan di Beersheba. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Tel Aviv dan Israel bagian tengah.
Menurut laporan media Israel, rudal kiriman Teheran menargetkan kota Haifa di utara dan Pangkalan Udara Ramat David di utara.
Trump pun kembali mengingatkan kedua negara untuk mematuhi gencatan senjata. “Gencatan senjata saat ini telah berlaku. Mohon jangan langgar,” pesannya.
Baca juga : PKB: Perbaiki Kurikulum & Tata Kelola Pesantren
Tak lama setelah Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata, Israel melancarkan serangan ke beberapa wilayah di Iran. Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal ke kota Beersheba. Dilaporkan Ynet, tiga warga setempat tewas (kemudian direvisi jadi empat korban tewas) dan tujuh lainnya luka-luka usai sebuah gedung dihantam rudal balistik Iran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya