Dark/Light Mode

Menlu RI: Pulau Galang Jadi Alternatif Tampung 1.000 Warga Gaza

Kamis, 7 Agustus 2025 20:39 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. (Foto Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pulau Galang menjadi alternatif untuk menampung warga Jalur Gaza. Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Sugiono mengatakan, sesuai kesepakatan awal, RI siap menampung 1.000 warga Gaza untuk mendapatkan perawatan medis di Indonesia.

Hal ini dia sampaikan Menlu Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Namun, Menlu RI memberikan catatan, proses evakuasi baru akan dilakukan jika semua pihak terkait setuju. Termasuk Otoritas Palestina, negara tetangga Palestina seperti Mesir dan Yordania, serta warga Gaza sendiri.

"Jadi beliau (Presiden Prabowo Subianto) sudah berbicara dengan beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah. Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga harus kita persiapkan. Jadi sewaktu-waktu itu bisa dilaksanakan, ya kita sudah siap," terang Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono.

Baca juga : Wagub Rano: Keterbatasan Fisik Jadi Nilai Tambah Sebuah Karya Seni

Pemerintah akan memprioritaskan anak-anak, perempuan, dan lansia, untuk mendapatkan perawatan medis di Indonesia.

Pulau Galang, Kepulauan Riau, pernah difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Sehingga, memiliki fasilitas yang sudah lengkap. Namun, rencana tersebut masih dalam proses dan belum mencapai kesepakatan final.

Meski Presiden sempat menyampaikan kesiapan Indonesia saat kunjungan ke negara-negara Teluk (GCC), Sugiono menekankan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan final. Koordinasi lintas kementerian juga masih dalam tahap awal.

Baca juga : Kapolri: 46 Orang Jadi Tersangka Karhutla Di Riau

"Kami masih mencari alternatif lokasi. Pulau Galang salah satu opsinya, karena infrastrukturnya sudah ada. Tapi belum ada keputusan," ujarnya.

Dalam proses ini, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan disebut sebagai pihak utama yang terlibat. Namun, Sugiono menyatakan belum mengetahui secara pasti kementerian mana saja yang bakal terlibat lebih lanjut.

Saat ditanya tentang durasi perawatan dan status warga Gaza yang datang ke Indonesia, Sugiono menegaskan bahwa belum ada keputusan karena prosesnya masih berjalan.

10.000 Ton Beras Untuk Palestina

Baca juga : Turun Rp 4 Ribu, Harga Emas Antam Rp 1.907.000 Per Gram

Sementara itu, Indonesia aktif dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Sugiono mengatakan, Pemerintah tengah mempersiapkan pengiriman 10.000 ton beras, yang penyalurannya didorong agar dapat dilakukan lewat jalur darat demi keamanan dan keselamatan warga Gaza.

Namun, dia tetap mengapresiasi Yordania yang mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi airdrop bantuan (penyaluran bantuan lewat udara). Sugiono menegaskan, misi airdrop yang diinisiasi Yordania berbeda dari bantuan 10.000 ton beras tersebut. Ada beberapa negara yang juga sudah mendaftarkan diri untuk membantu melaksanakan airdrop.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.