Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rencana Netanyahu Kuasai Total Gaza Disetujui Kabinet Keamanan Israel
Jumat, 8 Agustus 2025 15:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui rencana Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk mengambil kendali Kota Gaza.
“Di bawah rencana untuk mengalahkan Hamas di Jalur Gaza, tentara akan bersiap mengambil kendali Kota Gaza sambil mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil di luar zona pertempuran," demikian pernyataan Kantor PM Israel, seperti dilansir BBC, Jumat (8/8/2025).
Selama hampir dua tahun perang di Gaza, Perdana Menteri Israel menghadapi terus tekanan, baik di dalam dan luar negeri, untuk gencatan senjata yang dapat menarik lebih dari dua juta orang di wilayah Palestina kembali dari ambang kelaparan. Serta menyelamatkan sandera yang ditahan militan Palestina.
Baca juga : Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli di Bali, Jaga Stabilitas dan Keamanan Wilayah
Pengambilalihan Kota Gaza yang disetujui kabinet keamanan Israel sepertinya akan menjadi fase pertama pengambilalihan penuh Gaza oleh militer, karena PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ini adalah niatnya.
Langkah ini ditentang oleh kepala staf tentara, Letnan Jenderal Eyal Zamir. Dia mengingatkan Netanyahu tentang perangkap.
Sementara itu, keluarga para sandera mengatakan, perluasan serangan yang kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan, akan meningkatkan risiko 20 tawanan yang diyakini masih hidup.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 26 Juli, Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat
Muncul pula peringatan, langkah ini akan membunuh lebih banyak orang Palestina dan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Jajak pendapat menunjukkan, sebagian besar masyarakat Israel mendukung kesepakatan dengan Hamas untuk pembebasan sandera dan berakhirnya perang.
Para pemimpin Israel mengatakan, saat ini Hamas tidak tertarik bernegosiasi, karena merasa berani dengan tekanan internasional terhadap Israel atas krisis kemanusiaan di Gaza.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 19 Juli, Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat
Muncul pula spekulasi, ancaman pendudukan penuh bisa menjadi bagian dari strategi untuk menekan Hamas, untuk membuat konsesi dalam pembicaraan yang terhenti.
Sepanjang perang, Netanyahu dituduh memperpanjang konflik untuk menjamin kelangsungan hidup koalisinya, yang bergantung pada dukungan para menteri ultranasionalis. Mereka mengancam keluar dari pemerintahan, jika ada kesepakatan dengan Hamas.
Dalam wawancara sesaat sebelum pertemuan kabinet, Netanyahu mengungkap rencana Israel untuk menyerahkan kendali Gaza kepada "pasukan Arab". Namun, dia tidak merinci kemungkinan pengaturan atau negara mana yang dapat terlibat. Ini adalah indikasi langka, dari yang mungkin dia bayangkan untuk Gaza pasca perang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya