Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nilai Rencana Netanyahu Perangkap Mematikan
Ribuan Warga Israel Tolak Caplok Gaza
Sabtu, 9 Agustus 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan warga Israel turun ke jalan memprotes rencana Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mencaplok Jalur Gaza. Mereka menilai, langkah Netanyahu itu mengancam keselamatan puluhan warga Israel yang kini masih disandera Hamas.
Aksi demo itu berlangsung serentak di Tel Aviv, Yerusalem Barat, Haifa, dan Negev, Kamis (7/8/2025) malam waktu setempat.
Di depan kediaman Netanyahu dan gedung parlemen, massa yang mayoritas terdiri dari keluarga dan teman para sandera Hamas, menuntut Pemerintah menghentikan agresi dan fokus pada pemulangan sandera.
“Kami ingin anak-anak kami pulang. Netanyahu hanya ingin perang,” sentil seorang demonstran di Jerusalem Barat, dikutip dari Yedioth Ahronoth, Jumat (8/8/2025).
Baca juga : Mantan Presiden Korsel Tolak Diinterogasi Jaksa
Peringatan juga datang dari militer. Kepala Staf Keamanan Israel, Eyal Zamir menyebut, rencana menguasai Gaza sepenuhnya sebagai “perangkap mematikan” bagi para sandera.
Orangtua korban sandera, Yehuda Cohen sangat geram dengan rencana Netanyahu. “Netanyahu sudah kehilangan moralnya. Dia hanya ingin memuaskan ambisinya,” ketus Cohen, ayah dari Nimrod Cohen yang disandera sejak Oktober 2023.
Video dari Forum Sandera dan Keluarga Hilang menunjukkan, massa mencoba menghadang Netanyahu di depan kediaman resminya. Mereka membawa foto para sandera dan meneriakkan yel-yel anti-perang.
“Meningkatkan pertempuran adalah hukuman mati bagi orang-orang yang kami cintai,” ujar seorang demonstran, dikutip Associated Press.
Baca juga : Usai Tulangnya Remuk, Jorge Martin Nggak Kapok Ngaspal
Diperkirakan masih ada 50 sandera di Gaza, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup. Anat Angrest, yang anaknya masih disandera menyampaikan kekecewaannya.
“Selama hampir dua tahun saya percaya Netanyahu akan membawa anak saya pulang. Tapi nyatanya, hanya harapan kosong. Anda telah gagal,” sentilnya.
Di Tel Aviv, demonstran juga mengepung kantor pusat Partai Likud pimpinan Netanyahu. Protes serupa terjadi di Herzeliyah, Ra’anana, dan Ness Ziona.
Netanyahu bersikeras mencaplok Gaza dengan dalih demi menyelamatkan sandera. Namun rencana itu ditolak mentah-mentah oleh negara-negara Arab.
Baca juga : Diplomasi RI dengan Pangeran MBS, Gugun Gumilar: Prabowo Catat Sejarah Emas
Yordania, mewakili suara kawasan, menyatakan tidak akan mendukung kebijakan Netanyahu yang dinilai hanya memperparah konflik.
“Negara-negara Arab tidak akan menyetujui kebijakan Netanyahu atau membersihkan kekacauan yang ditimbulkannya,” ujar seorang pejabat Yordania kepada Reuters.
Pejabat itu menegaskan, keamanan Gaza harus dijalankan oleh institusi Palestina yang sah dan sesuai kehendak rakyat Palestina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya