Dark/Light Mode

Jelang Pertemuan Trump-Putin Di Alaska

Secret Service & Delegasi Rusia Susah Dapat Hotel

Sabtu, 16 Agustus 2025 04:05 WIB
SIAPKAN KAMERA: Sejumlah jurnalis dari berbagai media mempersiapkan kamera di dekat Pangkalan Militer Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, Kamis (14/8/2025). (Foto Tangkapan Layar)
SIAPKAN KAMERA: Sejumlah jurnalis dari berbagai media mempersiapkan kamera di dekat Pangkalan Militer Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, Kamis (14/8/2025). (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di Alaska jelang pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sangat sibuk. Petugas keamanan khusus Presiden AS atau Secret Service (SS) kesulitan mendapatkan akomodasi untuk delegasi yang akan menghadiri pertemuan bersejarah itu.

Trump dan Putin akan bertemu di Pangkalan Militer Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska. Pertemuan ini akan dimulai Jumat (15/8/2025), pukul 11.30 waktu Alaska atau Sabtu pukul 14.30 waktu Indonesia bagian barat.

Pada Juli-Agustus, Alaska biasanya diramaikan turis dalam dan luar negeri yang ingin menikmati keindahan alamnya. Karena sedang musim liburan, banyak penginapan yang sudah penuh disewa.

“Penginapan milik saya sudah banyak dipesan jauh hari oleh pelanggan via website. Hanya beberapa yang bisa saya sewakan kepada Secret Service,” ujar salah satu pemilik penginapan di Alaska, Beau Disbrow, dikutip Bloomberg, Jumat (15/8/2025).

Disbrow kaget mendapat telepon dari SS dan perwakilan Rusia di New York yang menanyakan, apakah ada penginapan kosong di dekat lokasi pertemuan. Dia harus menghubungi seluruh rekannya untuk membantu perwakilan AS dan Rusia mendapatkan akomodasi.

Pemilihan Lokasi

Pemilihan Alaska untuk pertemuan AS-Rusia dilakukan setelah pembahasan panjang antara Washington dan Moskow. Rusia menolak opsi kota-kota Eropa karena adanya surat perintah penangkapan terhadap Putin dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Sementara, AS tidak menyetujui usulan Putin bertemu di Uni Emirat Arab.

Pilihan akhirnya mengerucut pada lokasi di AS atau Hongaria. Dan Putin setuju bertemu di Alaska, yang dulunya bagian dari Kekaisaran Rusia.

Baca juga : H-1 Pertemuan Putin-Trump di Alaska, Kremlin Beberkan Poin-Poin Ini

Pangkalan Militer Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage dipilih karena memenuhi standar keamanan. Orang yang mengetahui persiapan pertemuan ini mengatakan, persiapan sangat mepet karena keterbatasan waktu.

Untungnya, pertemuan tersebut berlangsung di Negeri Paman Sam, sehingga SS dapat memindahkan senjata, peralatan komunikasi, dan perlengkapan medis secara leluasa.

Anchorage memiliki sedikit hotel dan layanan penyewaan mobil. Karena itu, kendaraan besar dan aset lainnya dari Washington dan milik Rusia harus diterbangkan atau dikendarai dari Ibu Kota.

“Iring-iringan SUV dari berbagai negara bagian membawa staf dengan keahlian khusus demi kelancaran acara,” ujar sumber anonim yang mengetahui persiapan ini, dilansir Reuters, Jumat (15/8/2025).

Gubernur Alaska Mike Dunleavy membenarkan bahwa persiapan lokasi, keamanan dan perlengkapan panitia cukup menyita perhatian sepanjang pekan ini.

“Di sini sedang ramai dengan turis. Sulit mencari kamar kosong dan mobil sewaan untuk panitia. Belum lagi rombongan jurnalis,” ujar Dunleavy.

Namun dia senang, nama Anchorage kembali terangkat dalam pertemuan Trump-Putin. Sebelumnya, wilayah ini pernah didatangi Paus John Paul II dan Presiden AS Ronald Reagan.

Baca juga : Pertemuan Trump-Putin Di pelototi Eropa Dan Ukraina

“Selain itu, tempat ini hanya diisi turis. Tidak banyak dijadikan lokasi pertemuan resmi,” tambah politisi Partai Republik itu lagi.

Pengamanan Trump-Putin

Berdasarkan bocoran dari Gedung Putih, pihak SS murni hanya mengurus keperluan dan keamanan Trump. Sementara seluruh keperluan dan keamanan Putin akan diurus pihak Rusia. Kedua belah pihak tidak akan membukakan pintu atau menumpang kendaraan pihak lain.

Jika 10 agen AS ditempatkan di luar ruang rapat, 10 agen Rusia juga akan berdiri di sisi lainnya. Semuanya akan saling berhadapan.

Persamaan ini akan diterapkan mulai dari iring-iringan kedatangan hingga penempatan penerjemah di ruangan pertemuan. Kedua belah pihak akan membawa tim bahasa masing-masing. Bahkan jumlah dan ukuran ruang tunggu, ruang tunggu yang aman untuk setiap pemimpin, sedang dipersiapkan untuk memenuhi permintaan kedua belah pihak.

“Keselamatan Presiden adalah prioritas utama kami. Demi menjaga keamanan operasional, kami tidak membahas cara dan metode spesifik yang digunakan untuk melaksanakan operasi perlindungan kami,” bunyi pernyataan SS.

Personel berjas dengan perangkat komunikasi di telinga ditempatkan di persimpangan jalan. Sedangkan yang lain, berpakaian sipil, berbaur di kedai kopi dan tempat parkir.

Polisi negara bagian Alaska dan polisi setempat dikerahkan dalam rute iring-iringan mobil yang telah dipetakan hingga ke setiap persimpangan. Setiap pergerakan kendaraan kedua pemimpin diatur sedemikian rupa agar tetap terpisah, sekaligus memastikan masing-masing terlindungi sepenuhnya.

Baca juga : Jelang Pertemuan Trump-Putin, Zelensky Tak Mau Ada Keputusan Yang Lahir Mati

Acara akan dimulai dengan pertemuan empat mata antara Trump dan Putin, diikuti pertemuan lanjutan perwakilan kedua negara.

Delegasi Rusia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Menteri Pertahanan Andrei Belousov, Menteri Keuangan Anton Siluanov, Kepala Dana Kekayaan Negara Kirill Dmitriev dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Putin Yuri Ushakov.

Trump menggambarkan pertemuan ‘cek ombak’ ini sebagai upaya untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Putin telah berupaya memperkuat hubungannya dengan Trump menjelang pertemuan puncak mereka. Dia juga memuji upaya Trump menengahi perang di Ukraina dan menjanjikan kerja sama ekonomi serta perjanjian pengendalian senjata baru.

Trump memperkirakan, peluang keberhasilan pertemuan di Alaska mencapai 75 persen. Dia juga menegaskan, tidak akan membiarkan Putin mengambil keuntungan darinya dalam pertemuan tersebut.

Trump juga menyebut kemungkinan pertemuan kedua yang melibatkan dirinya, Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, akan lebih menentukan. Trump mengaku belum yakin, apakah gencatan senjata segera bisa tercapai. Namun, dia menyatakan minatnya untuk menjadi perantara perdamaian. Dia yakin, kini Putin siap membuat kesepakatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.