Dark/Light Mode

Jelang Pertemuan Trump-Putin, Zelensky Tak Mau Ada Keputusan Yang Lahir Mati

Sabtu, 9 Agustus 2025 16:11 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: X)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: X)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan, negaranya siap menyambut keputusan nyata yang dapat membawa perdamaian. 

Hal ini disampaikan Zelensky, jelang pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) dan Presiden Rusia Volodymyr Zelensky di negara bagian Alaska, AS, Jumat (15/8/2025) mendatang. 

“Setiap keputusan yang merugikan kita, setiap keputusan yang tidak melibatkan Ukraina, merupakan keputusan yang merugikan perdamaian. Keputusan-keputusan itu tidak akan mencapai apa pun. Ini adalah keputusan yang lahir mati.
Keputusan yang tidak dapat dilaksanakan,” kata Zelensky via X, Sabtu (9/8/2025).

“Kita semua membutuhkan perdamaian yang sejati dan sejati. Perdamaian yang akan dihormati rakyat,” imbuhnya.

Baca juga : Soal Pengibaran Bendera One Piece, Wamenaker: Anak Muda Hanya Ingin Didengar

Zelensky menyatakan siap bekerja sama dengan Trump, bersama semua mitra untuk perdamaian yang sejati dan abadi. 

“Perdamaian yang tidak akan runtuh karena keinginan Moskow,” cetus Zelensky.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Ukraina, atas kebersamaan selama ini. Baginya, Ukraina adalah satu. 

“Saya berterima kasih kepada seluruh prajurit, karena telah mempertahankan kemerdekaan. Berdiri teguh, ini tanah kita, kita adalah Ukraina. Jayalah Ukraina!” cetusnya.

Perang Harus Diakhiri 

Baca juga : 5 Hal Yang Perlu Disiapkan Ortu, Saat Anak Masuk Lingkungan Sekolah Yang Baru

Zelensky menekankan, rakyat Ukraina mempertahankan apa yang menjadi hak mereka. Menurutnya, pihak yang mendukung Rusia pun tahu bahwa Rusia sedang melakukan kejahatan. 

Namun, Zelensky memastikan, Ukraina tidak akan membalas Rusia atas apa yang telah diperbuat. Dia bilang, rakyat Ukraina berhak atas perdamaian. Semua mitra harus memahami arti perdamaian yang diakui. 

Untuk diketahui, eskalasi besar perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak lebih dari tiga tahun lalu. Tepatnya, sejak 24 Februari 2022.

“Perang ini harus diakhiri. Rusia harus mengakhirinya. Rusia yang memulainya dan memperpanjangnya, mengabaikan semua tenggat waktu. Itulah  masalahnya,” tegas Zelensky.

Baca juga : Jakarta Banjir, Pram Tidak Mau Salahkan Orang Lain

Masalah teritorial Ukraina, lanjutnya, sudah termaktub dalam Konstitusi Ukraina. Tidak seorang dapat menyimpang dari ketentuan tersebut.

“Rakyat Ukraina tidak akan menghadiahkan tanah mereka kepada penjajah,” tandas Zelensky.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.