Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serahkan Kredensial ke Sekjen ICAO, Dubes Muhsin Sampaikan Komitmen SAF Indonesia
Kamis, 4 September 2025 13:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk Organisasi Penerbangan Sipil Internasional/International Civil Aviation Organization (ICAO), Muhsin Syihab, didampingi Atase Perhubungan Montreal, M. Hasan Bashory, menyerahkan surat kepercayaan (kredensial) kepada Sekretaris Jenderal ICAO, Juan Carlos Salazar, di Markas Besar ICAO, Montreal, Kanada, Rabu (3/9/2025). ICAO adalah organisasi khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk melalui Konvensi Chicago tahun 1944, dan mempunyai mandat untuk merumuskan standar dan rekomendasi di bidang penerbangan sipil.
Dalam pertemuan ini, Dubes Muhsin bersama Sekjen ICAO membahas sejumlah isu di bidang aviasi. Antara lain isu lingkungan, perkembangan teknologi penerbangan terbaru beserta tantangan dan peluangnya, peningkatan kapasitas SDM aviasi, hingga persiapan menuju Sidang Majelis ICAO ke-42.
Baca juga : Melayat Ke Rumah Affan Kurniawan, Gubernur Pramono Anung Sampaikan Belasungkawa
Salazar menggarisbawahi, pertumbuhan transportasi udara yang signifikan dalam dua dekade mendatang, dua kali lipat jumlah penumpang saat ini. Keadaan tersebut secara paralel meningkatkan tantangan sasaran dekarbonisasi sektor aviasi internasional. ICAO dalam hal ini telah menetapkan Long Term Aspirational Goal (LTAG) menuju emisi karbon nol persen tahun 2050.
Menyambut hal tersebut, Dubes Muhsin menyampaikan, pada pertengahan Agustus 2025, Pertamina, melalui PT Kilang Pertamina Internasional, telah melakukan seremonial pengiriman pertama bahan bakar alternatif/Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan bahan baku minyak jelantah/Used Cooking Oil (UCO) dan berencana untuk mengirimkan 1,7 juta liter SAF ke Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga : Hari Perumahan Nasional 2025, Ibas Tegaskan Komitmen Pada Keadilan Sosial
Sekjen ICAO menyambut baik dan memandang momen tersebut sebagai bukti komitmen Indonesia. “Mempertimbangkan kemampuan saat ini, Indonesia dapat berkontribusi lebih bagi ketersediaan SAF yang akan sangat membantu upaya dekarbonisasi aviasi internasional. ICAO melihat Indonesia sebagai negara mitra strategis, dan dapat bekerjasama dengan Indonesia demi tujuan tersebut,” ucap Salazar, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (4/9/2025).
Senada dengan Salazar, Presiden Dewan ICAO, Salvatore Sciacchitano, pada pertemuan terpisah, mengapresiasi upaya Indonesia dalam mengembangkan SAF secara mandiri sebagai bentuk kontribusi Indonesia terhadap upaya perlindungan lingkungan dalam kerangka aviasi dan menyatakan dukungannya.
Baca juga : Pegadaian Kanwil IX Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Maju
“Dengan dukungan ICAO, Indonesia dapat menjadi salah satu hub dan penyedia terbesar SAF di kawasan asia pasifik dan global. Kami siap bekerjasama dengan Dewan ICAO, Sekretariat, dan negara-negara anggota demi dunia aviasiyang lebih berkesinambungan,” ujar Dubes Muhsin.
Rangkaian pertemuan tersebut tidak hanya memperkuat diplomasi Indonesia di forum aviasi internasional, tetapi juga semakin membuka peluang Indonesia sebagai pemain kunci dalam panggung energi alternatif dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya