Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Universitas HKBP Nommensen Angkat Budaya Batak ke Panggung Dunia
Sabtu, 13 September 2025 14:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas HKBP Nommensen (UHN) menjalin kerja sama dengan Center for Cultural Studies, Universitas Hamburg, Jerman. Kesepakatan ini membuka jalan baru bagi pelestarian, digitalisasi, dan studi warisan budaya Batak secara global.
Delegasi UHN dipimpin langsung oleh DR Effendi Simbolon, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen sekaligus Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI).
Kerja sama berjudul “A Multidisciplinary Partnership for the Transformation of Knowledge, Culture, and Technology” yang ditandatangani pada 1 September 2025 ini mencakup enam bidang utama, dengan fokus khusus pada pelestarian dan digitalisasi warisan budaya Batak.
Kerja sama ini mencakup empat bidang strategis utama. Pertama, ilmu sosial dan humaniora, yang mencakup penelitian komparatif budaya Batak dan Eropa, studi linguistik, serta program pertukaran mahasiswa dan fakultas.
Kemudian kedua, pengembangan pendidikan dan kurikulum, yang mencakup integrasi kearifan lokal dalam kurikulum global, serta pengembangan model pembelajaran yang responsif budaya dengan dukungan teknologi.
Berikutnya ketiga, studi lingkungan dan keberlanjutan, mencakup eksplorasi hubungan manusia-alam dari perspektif budaya Batak dan pendidikan lingkungan berbasis pengetahuan lokal.
Baca juga : Universitas HKBP Nommensen Angkat Budaya Batak ke Panggung Dunia
Terakhir, keempat, digital humanities dan teknologi seni, yang mencakup proyek digitalisasi arsip seni dan budaya lokal, pengembangan platform berbasis AI untuk pendidikan musik, dan pameran virtual.
DR Effendi Simbolon menyatakan, kolaborasi ini adalah jembatan antara tradisi dan inovasi.
“Ini adalah langkah strategis UHN untuk memposisikan diri sebagai institusi terdepan di Asia Tenggara, menciptakan ruang pembelajaran yang melampaui batas geografis,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu (12/9/2025).
Seminar Internasional "Menelusuri Jejak Naskah Batak"
Sebagai bagian dari kerja sama ini, UHN dan Universitas Hamburg akan menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Menelusuri Jejak Naskah (Manuscript) Batak” pada 26 September 2025.
“Seminar ini menghadirkan lima narasumber berkaliber internasional dan nasional yang memiliki keahlian mendalam dalam bidang studi Batak dan Austronesia,” ujar DR Effendi Simbolon.
Kelima narasumber tersebut adalah Kepala Departemen Studi Austronesia Universitas Hamburg, Professor Elsa Clave; serta ahli digitalisasi naskah kuno Universitas Hamburg, DR Roberta.
Baca juga : Pertagas Kembangkan Budidaya Madu & Ikan Keramba Di Riau
Kemudian, Kepala Pusat Studi Dokumentasi Budaya Batak, Manguji Nababan; Konsulat Jenderal RI di Hamburg, Renata Siagian sebagai perwakilan diplomasi budaya Indonesia; serta Toga Panjaitan dari Himpunan Masyarakat Bona Pasogit (HIMABONI), selaku perwakilan komunitas diaspora Batak di Eropa.
“Dengan pengalaman puluhan tahun dalam studi komparatif bahasa-bahasa Austronesia, Professor Clave akan mengulas posisi strategis budaya Batak dalam konteks regional Asia Tenggara dan Pasifik,” ulas DR Effendi Simbolon.
Kemudian DR Roberta, akan melengkapi panel dengan keahlian spesifik dalam digital humanities dan teknologi preservasi naskah kuno, sekaligus memberikan wawasan tentang metodologi terbaru dalam digitalisasi warisan budaya.
Dari sisi Indonesia, Manguji Nababan selaku Kepala Pusat Studi Dokumentasi Budaya Batak, akan menjadi narasumber kunci yang menyajikan temuan-temuan terkini tentang koleksi dan katalogisasi naskah Batak.
Nababan, yang telah mendedikasikan kariernya untuk dokumentasi budaya Batak, akan berbagi pengalaman dalam upaya pelestarian naskah-naskah yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Utara dan kawasan diaspora Batak.
Lalu, Renata Siagian, akan memberikan dimensi diplomasi budaya dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia di luar negeri, khususnya terkait program-program pemerintah dalam mendukung studi Indonesia di universitas-universitas Eropa.
Baca juga : Analisa Ryan Kiryanto, Purbaya Bisa Langsung Lari
Sementara Toga Panjaitan, akan menyuarakan perspektif komunitas diaspora Batak di Eropa. Dia juga bakal berbagi pengalaman nyata dalam menjaga dan mewariskan identitas budaya Batak di tengah tantangan asimilasi dan globalisasi.
Selain seminar, kedua universitas juga sepakat mengadakan kuliah umum daring tentang kajian naskah Batak Kuno, menghadirkan pembicara dari Jerman dan Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk program berkelanjutan seperti pertukaran mahasiswa, pengembangan kapasitas dosen, dan proyek penelitian yang akan memberikan dampak transformatif bagi dunia akademik dan masyarakat luas.
“Kerja sama antara kedua universitas harus bersifat konkret dan bermanfaat bagi kedua belah pihak,” harap Konsul Jenderal RI Hamburg, Renata Siagian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya