Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Plt PM Nepal Sushila Karki Ngaku Terpaksa, Tak Akan Menjabat Lebih Dari 6 Bulan
Minggu, 14 September 2025 17:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Plt Perdana Menteri (PM) Nepal yang baru dilantik, Sushila Karki memastikan dirinya tidak akan menjabat lebih dari enam bulan.
"Saya tidak menginginkan pekerjaan ini. Saya terpaksa menerimanya, setelah mendengar suara-suara dari jalanan," ungkap Sushila Karki, seperti dikutip BBC, Minggu (14/9/2025).
Karki yang berbicara untuk pertama kalinya sejak dilantik pada Jumat (12/9/2025) mengatakan, dirinya akan menyerahkan kepemimpinan kepada pemerintahan baru, yang akan dibentuk setelah pemilihan umum 5 Maret 2026.
Baca juga : Dipilih Gen Z Nepal Lewat Discord, Sushila Karki Jadi Perdana Menteri
Pengangkatan Karki sebagai Plt PM Nepal terjadi setelah lebih dari 72 orang tewas - termasuk polisi - dalam demo antikorupsi yang menggulingkan pemerintahan setempat.
Karki mengambil sumpah jabatan, setelah mencapai kesepakatan dengan para pemimpin protes dari gerakan yang disebut Gen Z.
"Kita harus bekerja sesuai dengan pemikiran generasi Gen Z. Yang dituntut kelompok ini adalah pemberantasan korupsi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan pemerataan ekonomi,” papar Karki.
Baca juga : Puan Minta Pemerintah Gercep Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Bali
Protes massal, yang dipicu larangan platform media sosial, awalnya terjadi pada 8 September 2025. Setelah itu, terjadi kekacauan dan kekerasan selama dua hari. Rumah-rumah politisi dirusak dan gedung parlemen dibakar.
"Saya merasa malu. Bagaimana mereka bisa disebut orang Nepal, jika mereka yang menghancurkan bangunan-bangunan penting itu,” ujar Karki, Minggu (14/9/2025).
Karki yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Agung, secara luas dianggap memiliki citra yang bersih. Tapi, itu tak berarti Karki luput dari kontroversi, karena dia pernah menghadapi insiden pemakzulan selama hampir 11 bulan masa jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Agung.
Baca juga : Kopdes Bisa Ajukan Pinjaman Dari Bank
Saat ini, Karki dan kabinetnya akan menghadapi berbagai tantangan. Termasuk, memulihkan hukum dan ketertiban, membangun kembali parlemen dan gedung-gedung penting lainnya yang diserang. Di samping harus meyakinkan para demonstran Generasi Z yang menginginkan perubahan. Serta memastikan warga Nepal lain yang mengkhawatirkan demokrasi dan tatanan konstitusional di negaranya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya