Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Polisi Peru Tahan 5 Tersangka Penembak Zetro, Investigasi Terus Berjalan
Minggu, 14 September 2025 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepolisian Nasional Peru menangkap lima orang atas dugaan keterlibatan mereka dalam kasus penembakan yang menewaskan Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru. Insiden naas itu terjadi 1 September 2025.
Dilansir Kantor Berita Peru, Andina, Sabtu (13/9/2025) penangkapan dilakukan pada Selasa (9/9/2025), dalam penggerebekan di sebuah hotel di San Martin de Porres (SMP), Lima.
Dalam operasi itu, polisi menyita sebuah pistol berisi peluru, lima bahan peledak, 15 meter sumbu peledak disita; narkoba, 10 ponsel, dan satu sepeda motor.
Baca juga : Nestlé Indonesia Menang Penghargaan Berkat Inovasi Boiler Sekam Padi
Dalam keterangan di media sosial X Kepolisian Nasional Peru @PoliciaPeru, tidak ada dicantumkan bahwa lima orang yang ditahan dalam operasi di San Martin de Porres itu adalah mereka yang terkait dalam kasus penembakan Zetro.
Inilah lima orang yang diduga terkait kasus pembunuhan Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima, Peru, Selasa (9/9/2025). (Foto X Kepolisian Nasional Peru)
Namun sebuah laporan forensik yang dirilis stasiun televisi Canal N menyimpulkan bahwa peluru dari senjata yang disita, pistol Taurus sama dengan peluru yang ditemukan di tubuh korban. Salah satu dari lima tersangka juga diketahui sebagai pemilik sepeda motor yang diduga digunakan dalam serangan terhadap Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima tersebut. Namun, motif pembunuhan masih diselidiki.
"Kemungkinan adanya aksi balas dendam tidak dapat dikesampingkan,” ujar Komisaris Kepolisian Lince David Guivar, kepada saluran televisi pemerintah TV Peru.
Baca juga : Green Hydrogen Ulubelu Ciptakan Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Energi Bersih
Media online cibercuba.com memberitakan, kelima tahanan disebutkan merupakan tiga warga negara Venezuela dan dua warga negara Kuba, yang diduga anggota geng kriminal Los Maleantes del Cono. Organisasi kriminal itu sebagian besar beranggotakan warga negara asing, beroperasi di wilayah utara Lima, dan telah dikaitkan dengan pemerasan serta pembunuhan bayaran.
Polisi mengidentifikasi tersangka penembak sebagai Yaiker Antonio Echenagucia Quijada (23) alias Malako, asal Venezuela. Tersangka lainnya, Wilson Jose Soto Lopez, yang dikenal sebagai El Primo dan juga berasal dari Venezuela, disebut telah mengakui keterlibatannya.
Soto adalah pengemudi sepeda motor saat melakukan kejahatan tersebut, dan kendaraannya ditemukan saat penggerebekan polisi. Rekaman CCTV menguatkan penggunaan sepeda motor ini dalam serangan tersebut.
Penahanan Awal Tersangka
Baca juga : Kolaborasi Pemprov Jakarta dan Bank Jakarta Percepat Kredit Program 3 Juta Rumah
Sementara identitas warga Kuba dan seberapa besar keterlibatan mereka belum diungkap. Para tersangka akan tetap berada dalam penahanan awal untuk jangka waktu tujuh hari. Polisi mengumpulkan lebih banyak bukti dan menilai keterlibatan masing-masing orang dalam peristiwa tersebut.
Zetro diserang di depan apartemen tempat dia tinggal di Jalan Cesar Vallejo, distrik Lince, Lima. Saat itu sekitar pukul 7 pagi dia baru tiba naik sepeda. Dia menetap di Peru bersama keluarganya selama lima bulan terakhir.
Jenazah Zetro telah dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan pada Kamis (11/9/2025). Sebelum dikebumikan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menggelar penghormatan terakhir kepada Zetro di Gedung Pancasila. Acara ini dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Sugiono dan Duta Besar (Dubes) Peru untuk Indonesia Luis Raul Tsuboyama Galvan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya