Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Simpanse bernama Ding Ding kecanduan menonton video pendek. Hal ini membuat staf salah satu kebun binatang Wildlife Park di Shanghai, China, khawatir dan membuat larangan agar tidak menunjukkan video kepadanya.
Dilansir South China Morning Post (SCMP), Ding Ding yang berusia dua tahun itu menggemaskan dan menyerupai bayi manusia. Dia kerap terlihat minum susu sambil duduk bersila, bersembunyi di pelukan penjaganya dan mencuri bunga teratai untuk dimakan kelopaknya satu per satu. Kelucuan ini membuatnya viral di internet dan mendapat julukan “pencuri bunga”.
Ding Ding semakin dikenal setelah beberapa video menunjukkan, dia sangat fokus menonton video pendek dari ponsel yang ditempelkan pengunjung ke kaca kandangnya. Video-video tersebut biasanya berupa klip lucu atau drama pendek yang tampaknya menarik perhatiannya.
Baca juga : Bek Real Madrid Kesandung Video Porno
Beberapa pengunjung bahkan mengatakan, suara dan gambar dalam video membuatnya sangat terstimulasi.
Melihat hal ini, pihak kebun binatang mengambil langkah pencegahan. Pada September lalu, kebun binatang di Shanghai itu tersebut memasang pengumuman di depan kandang Ding Ding.
Papan itu berisi larangan pengunjung memperlihatkan ponsel kepada simpanse itu. Ada gambar ponsel dengan simbol coret merah yang besar.
Baca juga : Kampanye di Brebes, Kaesang Pamerkan Logo Baru PSI
Menurut staf kebun binatang, terlalu banyak waktu di depan layar bisa merusak penglihatan Ding Ding.
“Jika seekor simpanse tidak bisa melihat dengan jelas dan tidak bisa berkomunikasi dengan manusia, dia bisa menjadi cemas, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan,” kata seorang staf Shanghai Wildlife Park.
Ding Ding tidak mungkin memakai kacamata. Jadi satu-satunya solusi adalah mencegah paparan layar sejak dini.
Baca juga : Pelindo Luncurkan Ponton Bali Benoa Marina
Larangan ini menjadi viral di media sosial. Banyak orang mendukung kebijakan tersebut. Beberapa menyarankan agar kebun binatang memberikan lebih banyak mainan kepada Ding Ding sebagai hiburan alternatif.
Sementara yang lain dengan nada bercanda, membandingkan kecanduan Ding Ding terhadap video dengan anak-anak mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya