Dark/Light Mode

Babak Baru Hubungan Kanada Dan Indonesia

Senin, 6 Oktober 2025 07:20 WIB
Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton. (Foto: Dok. Kedubes Kanada)
Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton. (Foto: Dok. Kedubes Kanada)

RM.id  Rakyat Merdeka - Oleh: Jess Dutton, Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste

Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Kanada tanggal 24 Oktober lalu—yang merupakan kunjungan resmi pertama Presiden Indonesia dalam 25 tahun— sangatlah bersejarah dan menandai langkah maju yang luar biasa dalam hubungan bilateral kita.

Sebagai Duta Besar Kanada untuk Indonesia, saya merasakan kebanggaan yang luar biasa saat menyaksikan pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Internasional Macdonald–Cartier, Ottawa. 

Melihat bendera merah-putih kedua negara kita berdampingan di landasan, saya teringat betapa jauhnya kemitraan kita telah berkembang —dan seberapa jauh lagi kemitraan yang bisa kita kembangkan.

Di tengah transformasi ekonomi dan geopolitik global yang mendalam, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri (PM) Mark Carney bertemu untuk memetakan arah strategis baru bagi hubungan Kanada-Indonesia, dan menegaskan komitmen bersama mereka untuk menjaga perdamaian, kesejahteraan inklusif, dan sistem perdagangan berbasis aturan. 

Oleh karena itu, penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA), yang disaksikan oleh kedua pemimpin negara pada kunjungan tersebut, menandai langkah penting dalam menegaskan kembali peran Kanada sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan bagi Indonesia. 

Baca juga : Syamsul Jahidin: Saya Melihat Ada Ketimpangan Nyata

Perjanjian penting ini akan mendiversifikasi perdagangan dan investasi, memacu inovasi, dan membuat rantai pasokan kita menjadi lebih tangguh —sambil menjaga pasar tetap terbuka dan terprediksi di bawah kerangka kerja yang jelas dan berlandaskan aturan.

Perjanjian ini dibangun di atas 72 tahun kemitraan yang langgeng antara Kanada dan Indonesia, yang ditandai dengan pertumbuhan yang stabil dan rasa saling percaya. 

Tahun lalu, perdagangan bilateral dua arah mencapai 5,5 miliar dolar Kanada. Nilai yang menjanjikan, tetapi masih jauh lebih rendah daripada apa yang mungkin bisa dicapai, mengingat besarnya dan sifat ekonomi kita yang saling melengkapi. 

Perusahaan-perusahaan Kanada di bidang pertanian, pertambangan, dan energi terbarukan berada di posisi yang baik untuk berkontribusi pada agenda Pembangunan Indonesia yang ambisius. Ekspor karet, kopi, pakaian jadi, dan komoditas lainnya dari Indonesia makin penting bagi Kanada, dan terdapat potensi yang kuat untuk memperluas perdagangan ini lebih lanjut.

Dengan CEPA, potensi tersebut dapat sepenuhnya terwujud. Bagi Indonesia, hal ini akan membuka akses yang lebih luas ke pasar Kanada, mendukung ambisi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan peluang baru untuk investasi di bidang pertanian, energi terbarukan, dan ekonomi digital. Yang terpenting, hal ini juga menempatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan wirausaha perempuan secara signifikan, dengan akses yang lebih baik ke pembiayaan dan jalur menuju rantai nilai global.

Selama kunjungan Presiden, kemitraan investasi baru diluncurkan untuk mempercepat laju kerja sama ekonomi kita. Lembaga kredit ekspor Kanada, Export Development Canada, dan Otoritas Investasi Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA), sepakat untuk menjajaki peluang bersama di bidang infrastruktur, teknologi bersih, energi terbarukan, dan agropangan. 

Baca juga : Lucius Karus: Ngapain Negara Repot Keluarkan Dana Pensiun

Dewan Bisnis Kanada dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) juga berkomitmen untuk memperdalam hubungan dengan sektor swasta. Dan masih ada ruang untuk melangkah lebih jauh —menghubungkan dana investasi pemerintah, dana pensiun, dan lembaga keuangan pembangunan. Inilah jembatan praktis yang akan mengubah perjanjian menjadi manfaat jangka panjang bagi masyarakat kedua negara.

Perdagangan yang lebih kuat memang vital. Tetapi kerja sama untuk menegakkan perdamaian, stabilitas, dan hukum internasional juga penting —sebuah prioritas yang tercermin dalam kerja sama pertahanan kita yang makin erat. Nota Kesepahaman baru tentang Kegiatan Kerja Sama di Bidang Pertahanan, yang melengkapi Nota Kesepahaman kita tentang Kerja Sama Militer, akan membantu menyelaraskan pendidikan, pelatihan, dan kemitraan industri. Mulai dari Dialog Pertahanan Indonesia-Kanada dan Program Pelatihan dan Kerja Sama Militer Kanada, hingga latihan-latihan unggulan seperti Super Garuda Shield dan Latihan Angkatan Laut Multilateral Komodo. 

Tujuan kami sederhana: membangun kapasitas praktis dan mendorong perdamaian di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya. Kedua pemimpin menegaskan bahwa kerja sama pertahanan hanyalah salah satu pilar perdamaian di kawasan. Stabilitas yang tahan lama juga bergantung pada sentralitas ASEAN dan komitmen bersama terhadap kerangka terbuka dan inklusif yang didukung oleh hukum internasional. 

Pertukaran pandangan yang berlangsung tertutup antara kedua pemimpin, menawarkan kesempatan berharga untuk mendalami tantangan-tantangan global yang mendesak. Mereka membahas bencana kemanusiaan di Gaza dan situasi yang memburuk di Tepi Barat, dengan menekankan urgensi perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan solusi dua negara. 

Akui Negara Palestina 

Indonesia menyambut baik pengakuan Kanada atas negara Palestina, sebuah langkah yang menggarisbawahi upaya bersama kita untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng. Inti dari semua ini adalah hubungan antar masyarakat, yang merupakan jaringan penghubung dari setiap hubungan yang tahan lama. 

Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Carney sepakat untuk mendorong lebih banyak lagi kesempatan belajar, pariwisata, hubungan bisnis, dan pertukaran budaya. Tiap mahasiswa yang belajar di luar negeri, tiap wirausahawan yang menemukan mitra, tiap wisatawan yang kembali untuk kunjungan kedua, semua memperkuat kepercayaan yang tidak dapat diciptakan hanya dengan kesepakatan.

Baca juga : DPR Apresiasi Upaya Polri Sukseskan Program MBG

Untuk mempertahankan momentum, Perdana Menteri Carney dan Presiden Prabowo mendukung pembaruan Rencana Aksi 2026–2029. Rencana ini akan memandu kerja sama kita di berbagai sektor utama dan memastikan kedua pemerintah bertanggung jawab atas hasil yang dicapai. Pesannya jelas: sekaranglah saatnya untuk berambisi.

Selama hampir dua tahun menjabat sebagai Duta Besar Kanada untuk Indonesia, saya telah menyaksikan langsung betapa besarnya minat —baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat— terhadap kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara dan menjawab tantangan dunia yang terus berubah. Bagi Kanada maupun Indonesia, diversifikasi kemitraan regional sangat penting untuk membangun ketahanan dan membuka peluang baru. 

Kunjungan minggu lalu memberi kita bekal untuk melakukan hal tersebut. Langkah selanjutnya bergantung pada kita semua: mulai dari wirausahawan dan investor hingga mahasiswa dan inovator.

Kunjungan Presiden Prabowo ini menandai langkah transformatif menuju kemitraan yang lebih erat dan strategis antara Kanada dan Indonesia. Bersama-sama, kita siap untuk menulis babak baru dalam hubungan kekerabatan yang tahan lama —didasari oleh persahabatan, ketahanan, dan pencapaian bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.