Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjabat Kurang Dari Seumur Jagung, PM Prancis Beberkan Alasan Mundur
Senin, 6 Oktober 2025 21:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu meletakkan jabatan, Senin (6/10/2025) waktu setempat, setelah menjabat selama 27 hari. Pengunduran diri ini menjadikan Lecornu sebagai PM dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah modern Prancis.
Lama Lecornu menjabat belum seumur jagung. Dia dilantik pada 9 September lalu, setelah ditunjuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sebagai informasi, ungkapan seumur jagung tersebut berasal dari perbandingan waktu tumbuh tanaman jagung yang relatif singkat, yakni hanya sekitar tiga sampai empat bulan dari tanam hingga siap panen.
Keputusan Macron memilih Lecornu bukan tanpa alasan. Politikus berusia 39 tahun itu dikenal tangguh, loyal, dan berpengalaman dalam menghadapi krisis.
Dalam pidato yang disampaikan di halaman kediaman resmi Perdana Menteri, Lecornu menyampaikan alasan pengunduran dirinya, yang menurutnya didasari ketidakmampuan menjalankan tugas di tengah situasi politik yang tidak kondusif.
“Saya menyampaikan pengunduran diri kepada Presiden Emmanuel Macron. Menjadi perdana menteri adalah tugas yang berat, apalagi dalam situasi saat ini,” kata Lecornu di hadapan media, dikutil Le Monde
Lecornu mengaku telah berusaha membangun dasar yang kuat untuk menyusun anggaran negara dan menangani isu-isu penting, mulai dari daya beli, ketenagakerjaan, sistem jaminan sosial, hingga keamanan dan situasi internasional. Namun upaya tersebut terhambat karena tidak adanya dukungan mayoritas di parlemen.
Baca juga : Kapan Gejala Keracunan Makanan Muncul
Dia juga menyinggung kebuntuan komunikasi dengan partai-partai politik baik dari koalisi maupun oposisi, yang menurutnya gagal membangun kompromi yang sehat.
“Setiap partai bersikap seolah mereka memegang mayoritas mutlak," katanya.
Lecornu menyayangkan bahwa semangat kompromi sulit dibangun karena ego politik dan kepentingan jangka pendek, yang kemungkinan terkait pemilihan presiden 2027.
Menurutnya, semestinya partai-partai politik dapat menunjukkan lebih banyak kerendahan hati dan mengutamakan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi atau kelompok.
Meski mundur, Lecornu menutup pidatonya dengan pesan optimistis. Dia menilai bahwa sebenarnya hanya butuh sedikit pengorbanan dan rasa kebersamaan agar Prancis bisa keluar dari kebuntuan politik saat ini.
“Saya ingin percaya bahwa dengan sedikit lebih banyak keikhlasan, sedikit menurunkan ego, kita bisa berhasil,” ujarnya.
Baca juga : Terima Serikat Pekerja Di Senayan, Puan Pastikan Perlindungan Buruh
“Apa yang penting bukanlah siapa yang berkuasa, tapi apa yang kita lakukan bersama untuk rakyat Prancis," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan kembali jati dirinya sebagai seorang aktivis republik yang tumbuh dari bawah, dan menyerukan agar para pemimpin politik selalu mengutamakan negara di atas kepentingan partai.
"Saya seorang aktivis, dan saya menghormati siapa pun yang berjuang melalui jalan aktivisme. Tapi kita semua harus ingat: letakkan negara di atas partai. Dengarkan suara para anggota partai, tapi berpikirlah demi rakyat Prancis," tutupnya.
Pengunduran diri ini diajukan Lecornu sehari setelah mengumumkan anggota kabinet pemerintahannya pada Minggu (5/10) malam waktu setempat.
Pengunduran diri Lecornu ini, seperti dilansir AFP, Senin (6/10/2025), diumumkan kantor kepresidenan Prancis, Elysee Palace.
Elysee Palace menyatakan bahwa Presiden Macron telah menerima pengunduran diri yang diajukan Lecornu pada Senin (6/10) pagi waktu setempat.
Baca juga : Denpasar Tanggap Darurat Banjir, Posko Terpadu Diaktifkan 24 Jam
Mundurnya Lecornu sebagai PM Prancis ini dinilai akan kembali menjerumuskan Prancis ke dalam ketidakpastian. Dua pendahulu Lecornu, Francois Bayrou dan Michel Barnier, digulingkan dalam kebuntuan pembahasan penghematan anggaran dalam parlemen Prancis yang kini terpecah-belah. Penghematan itu dimaksudkan untuk mengurangi defisit anggaran Prancis.
Pada Minggu (5/10/2025) malam, Lecornu mengumumkan kabinetnya, yang beranggotakan para menteri yang hampir identik dengan kabinet Bayoru. Kabinet baru itu diumumkan saat Lecornu berupaya mendapatkan dukungan lintas partai dalam parlemen.
Namun, kabinet baru Lecornu malah memanen kritikan dan keraguan dari berbagai spektrum politik, termasuk anggota sejumlah partai dalam koalisi pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya